BREAKING NEWS
 

Cegah Virus Superflu Meluas

Komisi X Sarankan Vaksinasi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Sabtu, 10 Januari 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi X DPR Habib Syarief. Foto: fraksipkb

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan meminta sekolah kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan pendidikan. Hal itu menyusul meningkatnya kasus influenza A (H3N2) atau yang dikenal sebagai superflu di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief mengingatkan, peningkatan kasus superflu di Indonesia tidak boleh dianggap sepele. Apalagi sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit.

“Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” ujar Habib dalam keterangannya, Jumat (9/1/2025).

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Kamis (8/1/2026) tercatat 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga : Menko Airlangga Bangga, Target Medali Terlampaui

Habib melanjutkan, anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap penyakit menular, termasuk superflu. Lingkungan sekolah yang padat aktivitas menuntut adanya perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dasar seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan harus kembali dibiasakan dalam aktivitas belajar mengajar. Karena sampai saat ini masih banyak sekolah yang memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun ruang kelas. “Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,” tandas politikus PKB ini.

Habib mendorong sekolah untuk membiasakan siswa mencuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai. Pengawasan dari guru dan pihak sekolah dinilai penting agar kebiasaan hidup bersih dan sehat benar-benar diterapkan secara konsisten.

Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga dinilai efektif untuk menekan risiko penularan virus. Karena masker dapat membantu mencegah penyebaran virus yang menjadi penyebab demam, nyeri sendi dan gejala superflu lainnya.

Baca juga : Pemerintah Ingin Cetak Talenta Sains Kelas Dunia

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan. Siswa yang sedang sakit seharusnya tidak dipaksakan untuk berangkat ke sekolah. Karena itu, kesadaran orang tua sangat dibutuhkan. “Jika anak sakit, sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke siswa lain,” sarannya.

Sosialisasi dan edukasi yang tepat akan membantu mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan. “Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi langkah perlindungan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Habib mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah. Vaksinasi merupakan bentuk pencegahan yang terbukti efektif. “Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan,” usulnya.

Adsense

Senada, anggota Komisi IX DPR Nurhadi meminta Pemerintah menyikapi isu masuknya superflu ke Indonesia secara proporsional. Namun, potensi ancaman tersebut tidak boleh menimbulkan kepanikan, tapi juga tidak bisa dianggap enteng. Negara harus hadir dengan langkah antisipatif yang serius dan berbasis data ilmiah. Komunikasikan ke publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak simpang siur.

Baca juga : Golkar Yakin Koalisi Permanen Bisa Terwujud

“Kemenkes juga harus memperkuat sistem surveilans epidemiologi (pemantauan), terutama di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan,” usul Nurhadi dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense