RM.id Rakyat Merdeka - Rombongan pertama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR berangkat ke Tanah Suci, Sabtu (16/5/2026). Saat ini, Timwas Haji mulai menjalankan tugas. Pengawasan layanan transportasi jadi fokus utama.
Anggota Timwas Haji DPR Danang Wicaksana mengatakan, pihaknya memberi perhatian serius terhadap seluruh rantai layanan transportasi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Fokus pengawasan tidak hanya mencakup armada penerbangan menuju Arab Saudi, tapi juga transportasi darat antarkota yang digunakan jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Salah satu perhatian utama ialah pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah yang dinilai rawan, karena tingginya mobilitas dalam jumlah besar. Timwas Haji DPR juga menyoroti informasi kecelakaan bus yang sempat menimpa jemaah Indonesia.
Baca juga : Zulhas: Kopdes Motor Ekonomi Rakyat Desa
“Kami ingin standar keselamatan armada benar-benar terpenuhi,” katanya, Minggu (17/5/2026).
Selain transportasi antarkota, selama musim haji berlangsung Timwas Haji DPR juga akan memeriksa operasional Bus Shalawat yang beroperasi di Kota Makkah. Moda transportasi itu jadi penghubung utama jemaah dari hotel pemondokan menuju Masjidil Haram maupun perjalanan kembali menuju penginapan masing-masing.
Danang menegaskan, pengawasan paling ketat akan dilakukan saat fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Terutama ketika perpindahan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina. Fase itu jadi titik paling padat karena jutaan jemaah bergerak hampir bersamaan dalam waktu yang sangat terbatas.
Baca juga : Polri Targetkan Bangun1.500 Unit Dapur SPPG
Pemerintah, kata Danang, telah menyiapkan jadwal perpindahan kloter secara ketat agar kepadatan jemaah dapat diurai selama fase Armuzna berlangsung. “Tapi Timwas Haji DPR tetap ingin memastikan seluruh implementasi di lapangan berjalan sesuai rencana karena setiap kloter harus bergeser tepat sesuai jadwal yang ditentukan,” terangnya.
Kepadatan jemaah di Muzdalifah, lanjutnya, juga jadi perhatian khusus Timwas Haji DPR selama pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini. Pengawasan akan difokuskan pada kemungkinan penerapan skema murur atau pengaturan perlintasan tertentu. Itu untuk mengurangi penumpukan jemaah saat perpindahan berlangsung secara bersamaan.
Tidak hanya fokus terhadap jemaah umum, Timwas Haji DPR juga menyoroti pelayanan bagi jemaah sakit serta kelompok lanjut usia (lansia) selama ibadah haji. Kelompok rentan itu membutuhkan perlakuan khusus. Terutama berkaitan dengan layanan transportasi dan mobilitas selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Baca juga : PSI Papua Barat Perkuat Barisan Untuk Pemilu 2029
Danang menyebut, jemaah sakit maupun lansia pengguna kursi roda membutuhkan kendaraan dan pendampingan khusus selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Seluruh jemaah Indonesia yang berada di Tanah Suci diharapkan tetap dapat melaksanakan wukuf di Arafah serta memenuhi seluruh rukun haji lainnya dengan baik,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.