Sebelumnya
Peneliti Senior Bidang Gempa Bumi dan Tsunami, BRIN, Nuraini Rahma Hanifa berpendapat bahwa besar kecilnya dampak yang terjadi tergantung dari kesiapan kita dalam menghadapi potensi dampak gempa. Peta sumber-sumber gempa yang dirilis BMKG, ujar Nuraini, diteliti sebagai bagian upaya antisipasi potensi gempa di masa datang.
Sejumlah langkah antisipasi itu, jelas dia, merupakan bagian dari upaya membangun kesiapan masyarakat. Bila dilihat dari kerusakan bangunan yang terjadi pada gempa Flores, Nuraini berpendapat, sebaran kerusakan yang terjadi sesuai peta sebaran gempa yang ada.
Baca juga : Lestari Dorong Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana
Untuk menekan risiko, tegas dia, perlu direalisasikan bangunan tahan gempa di wilayah-wilayah rawan gempa. "Gempa itu sejatinya fenomena alam, bencana terjadi bila manusia yang hidup di tengah fenomena alam itu tidak siap mengantisipasi dampaknya," ujar Nuraini.
Kejadian gempa di Flores, menurut Nuraini, harus menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan wilayah urban dan padat penduduk dalam mengantisipasi ancaman dampak gempa di tanah air.
Baca juga : Bangun Langkah Strategis Dorong Digitalisasi Naskah Genjot Minat Baca
Wartawan Media Indonesia di Nusa Tenggara Timur Marianus Marselus mengungkapkan bahwa korban gempa Flores yang tewas tercatat 103 jiwa dan didominasi kelompok rentan, anak, perempuan, dan lansia. Saat ini, ujar Marianus, tercatat 185 rubu orang hidup di pengungsian pascagempa.
Menurut Marianus, gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo itu bukan hanya soal kekuatannya, tetapi juga bagaimana kita memiliki sistem yang mampu mengantisipasinya dengan baik.
Baca juga : Ancaman Iklim Mengintai Anak Indonesia, Saatnya Bertindak Nyata
Selain itu, ujar dia, peringatan dini kerap kali tidak sampai ke masyarakat karena infrastruktur komunikasi tidak tersedia di sejumlah wilayah. Sehingga, tambah Marianus, diperlukan penguatan sistem informasi dan infrastruktur yang memadai di NTT untuk membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa datang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.