RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Hillary Brigitta Lasut bersama Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) Partai Demokrat bergerak cepat merespons bencana yang melanda sejumlah wilayah.
Sebanyak 25 ribu masker KN95 dan KF94 disiapkan untuk masyarakat terdampak kebakaran di kawasan Gunung Awu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, serta abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bantuan juga mencakup kebutuhan logistik, air bersih dan makanan cepat saji bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Kebakaran lahan di kawasan Gunung Awu dilaporkan terus meluas. Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, titik-titik api bertambah dan menjangkau area yang lebih luas. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran akan dampak asap terhadap kesehatan warga dan lingkungan.
Baca juga : Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga membutuhkan alat pelindung diri, obat mata, dan air bersih. Harga masker setara KF94 dan KN95 di pasaran pun dilaporkan mengalami kenaikan.
Merespons kondisi itu, Hillary bergerak menyiapkan bantuan bagi warga terdampak. Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Selasa (8/9/2026), ia menyampaikan kebutuhan masyarakat di Sangihe harus segera direspons.
“Lelah menunggu? #JustDoIt. Kami mendapat laporan masyarakat bahwa saat ini sangat dibutuhkan APD, obat mata dan air bersih di Sangihe,” tulis Hillary di akun Instagram @hillarybrigitta seperti dilihat pada Rabu (9/9/2026).
Melalui program Aksi Cepat Tanggap Bencana Erupsi, BPJK Demokrat kemudian menyalurkan 25.000 masker KN95 dan KF94 secara gratis.
Baca juga : Judol Belum Masuk Sasaran RUU Perampasan Aset, Komisi III Buka Peluang
Selain untuk masyarakat di Sangihe, bantuan masker, air bersih dan makanan cepat saji juga didistribusikan ke wilayah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sementara, terkait meluasnya kebakaran di Gunung Awu, Hillary mendorong pemerintah segera mengambil langkah penanganan, termasuk mempertimbangkan pemadaman melalui jalur udara.
Ia mengatakan pihaknya terus mencari solusi untuk merealisasikan upaya pemadaman tersebut dan telah berkoordinasi dengan BNPB. Tujuannya agar kebakaran di Gunung Awu mendapat perhatian serta penanganan yang lebih serius.
Saat ini, tim di lapangan tengah mengumpulkan data dan dokumentasi dari masyarakat untuk memetakan kondisi serta titik-titik api secara lebih akurat. Pemetaan tersebut diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan dan pemadaman kebakaran.
Baca juga : Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bidik Koruptor, Ini Alasannya
Selain itu, data dari masyarakat juga diperlukan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan warga, serta lingkungan di sekitar kawasan Gunung Awu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.