RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan berharap, Dewan Majelis Syura negara-negara yang tergabung dalam OKI bisa melebarkan sayapnya menjadi "World Consultative Assembly".
Dengan begitu, ruang lingkupnya tak hanya terbatas pada negara-negara Islam. Tetapi juga negara non muslim. "Tujuannya, agar terjadi kolaborasi yang baik dari negara maju dan berkembang, untuk menyelesaikan masalah Perdamaian global," kata Syarif di Jakarta, Kamis (25/6).
Seperti diketahui, MPR menggagas lahirnya Dewan Majelis Syura atau Majelis Permusyawaratan di antara negara-negara anggota OKI. Sebuah wadah yang diproyeksi menjadi forum berhimpunnya MPR, dari berbagai negara-negara yang berpenduduk agama Islam di dunia.
Baca juga : Banyak Masalah, Syarief Hasan Minta Pembahasan RUU HIP Disetop
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendorong agar World Consultative Assembly diisi oleh negara dengan sistem parlemen satu kamar (unikameral), maupun sistem parlemen dua kamar (bikameral).
Syarief menilai, penyelesaian berbagai masalah perdamaian, lingkungan global, dan lainnya menuntut partisipasi semua negara dengan lintas sektor, lembaga, dan sistem pemerintahan.
"Disinilah urgensi perlunya World Consultative Assembly didorong untuk lebih majemuk, dan bersama-sama agar dapat menyelesaikan masalah yang juga majemuk. Apalagi, berbagai masalah global hari ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh komunitas kecil atau beberapa negara saja. Mulai dari masalah perdamaian, keamanan, demokrasi, HAM dan toleransi, kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan kesenjangan pembangunan," papar Syarief.
Baca juga : Rentan Terpapar Covid, Syarif Hasan Minta Tenaga Medis Lebih Diperhatikan
Berbagai tantangan tersebut, lanjutnya, perlu disikapi serius bersama-sama dengan melibatkan negara maju dan berkembang, melalui sistem parlemennya masing-masing.
“Inilah prinsip Pancasila yang tertuang dalam sila keempat yang harus dibangun oleh MPR, melalui World Consultative Assembly. Sebuah prinsip untuk menyelesaikan masalah bersama, lewat musyawarah sebagai masyarakat dunia. Setiap negara diberikan ruang untuk saling bantu dalam mengatasi masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara saja. Terlebih, jika masalah tersebut adalah masalah global,” terang Syarief.
Menurutnya, kehadiran Majelis Permusyawaratan Dunia atau World Consultative Assembly akan melengkapi dan menguatkan peran Indonesia di berbagai organisasi dunia, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, OKI, Liga Muslim Dunia.
Baca juga : Wacana Prabowo Nyapres Di 2024, Syarief Hasan: Rakyat Ingin Pemimpin Fresh
Keberadaan World Consultative Assembly harus didorong agar lebih mendunia. Indonesia yang menjadi penggagas utama Majelis Permusyawaratan Dunia ini, akan menguatkan peran sentralnya dalam menggagas berbagai organisasi dunia dan gerakan internasional.
"Dulu, pendahulu kita pernah menggagas ASEAN, Gerakan Non-Blok, sampai yang fenomenal yakni Konferensi Asia Afrika. Saatnya kita menggagas kembali organisasi internasional yang lebih luas cakupannya, lebih inklusif, dan lebih berorientasi pada penyelesaian masalah-masalah global," tutup Syarief. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.