RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR Fraksi NasDem, Willy Aditya meminta pemerintah serius menangani 99 warga Myanmar dari etnis Rohingya, yang terdampar di perairan Aceh setelah terombang-ambing di laut lepas, Rabu (24/6).
Kejadian itu mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelidiki Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara.
Baca juga : Tingkatkan Kinerja BUMN, Komisi VI Usul DPR Bentuk Tim Penilai
Willy menilai, langkah penyelidikan yang digagas Kemlu harus dilakukan serius bersama aparat penegak hukum lainnya.
“Kita tahu apa yang terjadi di Myanmar dengan warga Rohingya ini. Bisa jadi, keputusan melarikan diri atau mengungsi ini justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kita tidak bisa tinggal diam begitu saja. Keputusasaan satu pihak, bisa jadi lahan bisnis pihak lain. Ini yang harus diselidiki,” kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6) malam.
Baca juga : Senayan: Sangat Janggal Kemendikbud Gaet Netflix
Selain soal penyelidikan kemungkinan adanya TPPO, Willy juga mengingatkan, pemerintah Indonesia perlu menangani masalah sosial yang mungkin saja terjadi. Kebutuhan pokok mereka, tempat tinggal, keamanan dan kebersihan juga harus disiapkan.
"Kementerian Sosial harus turun tangan. Kalau perlu, inisiasi kerja sama dengan badan-badan internasional, harus segera dilakukan. Jangan sampai, orang-orang Rohingya ini terbengkalai,” tegas anggota Komisi I itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.