BREAKING NEWS
 

Harus Dituntun Ke Jalan Yang Benar

Golongan Islamphobia Dan Indonesiaphobia Ganggu Kerukunan

Reporter : SHAHIH QARDHAVI
Editor : SARIF HIDAYAT
Minggu, 15 November 2020 13:54 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerukunan dan persatuan yang dicita-citakan masih kerap terganggu. Salah satu penyebabnya karena masih ada golongan Islamphobia dan Indonesiaphobia.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai,  kriminalisasi para ulama merupakan salah satu bukti bahwa Islamophobia masih tumbuh subur di Indonesia. Mereka beranggapan bahwa Islam dan Indonesia tidak ada hubungannya.  Islamphobia juga berkeyakinan bahwa para tokoh umat Islam diuntungkan karena kapasitasnya sebagai kelompok  mayoritas. Padahal peran dan jasanya tidak sepadan dengan keistimewaan yang didapatkan.

Baca juga : Demokrasi Indonesia Lebih Baik Dari Amerika

  "Ini adalah penilaian yang keliru. Mereka kurang mempelajari sejarah,” kata HNW secara daring pada acara Temu Tokoh Nasoional /Kebangsaan, kerjasama MPR RI dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Kota Metro. Lampung, Sabtu (14/11). 

Adsense

Menurutnya, pengorbanan dan keterlibatan ulama serta umat Islam dalam perjuangan Indonesia, sangat besar. Golongan Islamphobia harus tahu itu agar kebenciannya  tidak semakin berbahaya.

Baca juga : Menag Minta Umat Islam Indonesia Tak Anarkis

“Jangan sampai menjadi bara dalam sekam," cetus HNW.

Pelurusan sejarah, lanjut HNW,  juga perlu dilakukan terhadap umat Islam yang masih memelihara sikap  Indonesiaphobia. Seperti Islamophobia, Indonesiaphobia  juga muncul karena ketidak pahaman pada sejarah dan keterbatasannya dalam memahami ajaran agama yang benar.  Dan, itu membuatnya beranggapan bahwa kelompok lain yang tidak sependapat  sebagai kafir, bid'ah dan thagut.

Baca juga : Jalani 11 Laga Di Kroasia, Timnas Indonesia Siap Pulang Ke Tanah Air

  "Baik kelompok yang Islamophobia maupun Indonesiaphobia, keduanya harus diluruskan agar tidak mengulangi kesalahan. Sebagai mualaf Pancasila dan mualaf NKRI, keduanya patut dituntun, agar bisa lebih memahami Islam dan Indonesia dengan  baik dan benar," pungkas HNW. QAR

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense