Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pilkada Harus Dalam Bingkai NKRI
Demokrasi Indonesia Lebih Baik Dari Amerika
Minggu, 8 November 2020 08:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar 9 Desember 2020. Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengingatkan calon kepala daerah (cakada) yang saat ini tengah berkampanye boleh menonjolkan kelebihan daerahnya masing-masing, asalkan tidak keluar dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sehebat apa pun visi dan misi cakada, harus tetap dalam bingkai NKRI,” ujar Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani saat membuka Press Gathering Pimpinan MPR dengan Koordinatoriat Wartawan MPR/DPR/DPD, bertajuk “Visi Misi NKRI Bagi Calon Kepala Daerah”, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11).
Muzani menilai, berdemokrasi rakyat Indonesia terbukti lebih baik dibanding Amerika Serikat (AS). Khususnya, sistem penghitungan suara pemilih yang sulit dipahami.
Baca juga : Fadjroel Sepi Komen, Sepi Juga Likenya
"Dalam berdemokrasi kita lebih hebat dari Amerika Serikat. Kalau di Indonesia jelas, one man one vote,” tegasnya.
Namun demikian, Muzani menekankan, siapapun yang nanti terpilih menjadi Presiden Joe Biden atau Donald Trump, persahabatan Indonesia dengan Amerika tetap baik, selama tetap menghormati kedaulatan NKRI.
“Selama Amerika menghormati kedaulatan RI, maka kita akan menghormati Amerika,” tandasnya.
Baca juga : KPK Mulai Usut Cakada
Pada kesempatan ini, Sekjen DPP Partai Gerindra ini bicara soal vaksin Corona. Dia memastikan bahwa pemerintah terus berusaha menemukan vaksin. Antara lain, vaksin itu akan diproduksi oleh Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac sebajyak 50 juta vaksin. Dan, 10 juta, kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Untuk permulaan, vaksin tersebut akan diprioritaskan untuk tenaga medis, dokter, perawat, polisi, TNI, guru, dosen, pendidik, dan para wartawan.
“Mereka berada di garda terdepan dalam memerangi covid-19,” jelas Muzani.
Kendati demikian, Muzani mewanti-wanti vaksin yang ada tak boleh menjadi problem baru. Selain itu, harus dipastikan kehalalnya. Dengan adanya vaksin Corona, Muzani berharap pemulihan atau recovery ekonomi akan lebih cepat pulih. QAR
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya