BREAKING NEWS
 

3 Parpol Berebut Kursi Ketua MPR

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ERWIN TAMSAL
Senin, 3 Juni 2019 05:40 WIB
Gedung MPR/DPR (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kursi ketua MPR jadi rebutan tiga partai koalisi pemerintah. Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem. Ketiganya saling klaim paling berhak mendapat kursi empuk tersebut.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Melchias Markus Mekeng optimis Golkar mendapat jatah kursi ketua MPR. Dia bilang, sebagai fraksi dengan suara terbesar kedua, Golkar sangat berhak memperoleh kursi MPR.

“Berdasarkan pengumuman KPU, Partai Golkar memperoleh 85 kursi atau di bawah PDIP yang memperoleh 129 kursi,” ujar Mekeng kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Mekeng, DPP Golkar akan mempercayakan kursi Ketua MPR diduduki kader seniornya. Selain memiliki jam terbang tinggi, kader senior juga terbukti mempunyai loyalitas yang kuat kepada partai.

Baca juga : Golkar Incar Ketua MPR

“Untuk nama masih digodok di intenal. Setelah gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) tuntas, baru kelihatan namanya,” ujarnya.

Mekeng mengungkapkan, saat ini masih fokus mengikuti sengketa perolehan kursi di MK. Dia bilang, bila gugatan itu dikabulkan, Partai Golkar akan meraih 94 kursi dari semula 85 kursi. “Sengketa eksternal dengan parpol lain tersebar di Pulau Sulawesi dan Sumatera,” sebut dia.

Sekjen DPP Nasdem, Johnny G Plate mengaku sudah menyiapkan beberapa calon ketua MPR. Di antaranya, Lestari Moerdijat (Rerie). “Kami tengah serius membangun koalisi strategis dan taktis di MPR,” ujarnya.

Adsense

Sejauh ini, kata Johnny, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah menguasai 349 kursi MPR. Untuk menjadi mayoritas di parlemen, sedikitnya harus memiliki 356 kursi MPR.

Baca juga : Stop Provokasi, Bersabarlah Tunggu Keputusan KPU

“Kami harus membangun koalisi MPR untuk menambah minimal 7 kursi MPR. Dan rekan-rekan dari DPD akan menjadi rekan koalisi potensial,” ujar dia.

Kata Johnny, tidak ada masalah jika partai-partai koalisi lainnya juga punya keinginan menduduki kursi MPR. Perebutan pengisian jabatan di parlemen bagian dari seni dan negosiasi politik.

“Yang pasti, Koalisi Indonesia Kerja akan membangun koalisi yang rasional dan membangun politik yang dinamis dengan tetap menetapkan kekerabatan politik,” jelasnya.

“Kami siap berdiskusi dengan Partai Golkar dan PKB yang lebih dulu mengutarakan keinginan atas jabatan itu. Nanti kita akan diskusikan untuk menentukan paket pimpinan MPR,” tandas Johnny.

Baca juga : Tarif Ojol Baru Lindungi Pengemudi

Bagaimana dengan PKB? Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, partainya sangat siap mengisi kursi ketua MPR. Namun, Cak Imin (sapaan Muhaimin Iskandar) juga membuka peluang lain, yaitu kursi menteri untuk partainya.

“Mau jadi ketua (MPR), mau jadi menteri terserah,” ungkap Cak Imin, beberapa waktu lalu. Saat ini, Cak Imin merupakan Wakil Ketua MPR periode 2014-2019. Yang pasti, kata dia, posisi ketua DPR dan MPR harus menunjukkan posisi keseimbangan.

Dia mencontohkan, pada periode ini, posisi ketua DPR, 3 kali diemban Golkar yang berhaluan nasionalis. Di antaranya, Setya Novanto, Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo. Sementara posisi Ketua MPR diduduki Zulkifli Hasan dari PAN yang berhaluan agamis.

“Komposisi nasional jadi pertimbangan juga,” ujarnya. Kendati demikian, Cak Imin belum mengantongi nama yang akan diajukan sebagai kandidat ketua MPR. PKB masih menunggu kandidat dari Golkar. “Belum (ada nama). Kita nanti akan nunggu Golkar, siapa.” [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense