Dark/Light Mode

Tarif Ojol Baru Lindungi Pengemudi

Rabu, 1 Mei 2019 19:48 WIB
Ojek online
Ojek online

RM.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan, regulasi tarif ojek online (ojol) baru disusun dengan melibatkan berbagai unsur dari pemerintah, aplikator dan pengemudi. Dia berharap, regulasi tersebut melindungi pengemudi terutama dari segi keselamatan dan kesejahteraan.

”Oleh karena itu, kami mengimbau bahwa aturan ini kita jalankan dan diharapkan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat yang sudah berprofesi sebagai pengemudi ini bisa berjalan baik. Saya kira ini yang terbaik dan mudah-mudahan responnya positif terutama ke masyarakat,” kata Budi seperti dikuti situs Setkab, Rabu (1/2).

Baca juga : 1.325 Warga Rawajati Korban Banjir Masih Di Pengungsian

Menurut dia, Kemenhub nantinya akan melibatkan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) untuk fungsi pengawasan regulasi tersebut. Terkait pemberlakukan biaya jasa, kedua perusahaan aplikasi Gojek dan Grab sepakat untuk mematuhi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dyan Shinto Nugroho, Chief Of Public Policy and Government Relations Gojek Indonesia, mengatakan menyambut baik implementasi PM 12/2019 dan KP 348/2019. Aturan tersebut sangat kencang mengatur keselamatan dan Gojek mengedepankan keselamatan pengemudi maupun penumpang sebagai top prioritas perseroan.

Baca juga : Dengan Serasi, Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

”Selain itu, kami juga telah melengkapi fitur – fitur keselamatan di aplikasi seperti share your ride dan safety button,” lanjutnya. Ia mengatakan, Gojek juga telah melengkapi perlindungan asuransi bagi pengemudi dan penumpang yang dibayarkan oleh Gojek.

Ridzki Kramadibrata, President Grab Indonesia, mengatakan beberapa masukan yang disampaikan pihaknya telah diadopsi dalam kedua regulasi terutama faktor keselamatan seperti penggunaan jaket, fitur keamanan, emergency button, share my rides, dan inovasi fitur verifikasi wajah pengemudi. “Kami berharap ke depannya inovasi-inovasi ini juga bisa diadopsi oleh industri,” tukas Ridzki. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.