BREAKING NEWS
 

Kalau Sampai Pemilu Jadi Sistem Tertutup

Zul Ancam Demo MK

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 24 Februari 2023 08:00 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2010 Din Syamsudin (tengah) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Gasan (kiri) saat bersilaturahmi di Jalan Margasatwa Raya No. 27 Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/2/2023). (Foto: Ist).

RM.id  Rakyat Merdeka - Para penolak sistem pemilu dengan proporsional tertutup mulai bersikap ‘keras’. Kalau sebelumnya hanya mengecam, kini sudah mulai mengancam. Salah satunya datang dari Zulkifli Hasan. Bos PAN itu ancam akan demo Mahkamah Konstitusi (MK) sehari 5 ribu orang, kalau sampai pemilu jadi sistem tertutup. Waduh!

Ancaman keras itu disampaikan Zul usai bertemu dengan eks Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kemarin. Zul tiba di rumah Din di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, tepat jam makan siang.

Menteri perdagangan ini tampil dengan seragam Kementerian Perdagangan, kemeja lengan panjang berwarna biru dongker. Tiba di depan rumah, Zul lalu disambut Farazandi Fidiansyah, anak Din Syamsuddin. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah Din.

Baca juga : Di Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Sukron Siap Merajut Ukhuwah Antar Kader

Sekitar 1,5 jam kemudian, Zul keluar didampingi tuan rumah. Setelannya berubah. Kemeja biru dongkernya sudah dibalut jaket tebal warna biru langit.

Membahas apa, Pak? Kepada wartawan, Zul bilang ada banyak hal yang dibicarakan. Antara lain program Kemendag membangun warung minimarket untuk warga Muhammadiyah, serta persoalan politik terkini.

Ia mengakui, salah satu topik yang dibicarakan dengan Ketum Partai Pelita itu adalah soal sistem pemilu. Menurut Zul, dalam perbincangan itu, Din mendukung sikap banyak parpol soal sistem proporsional terbuka di Pemilu 2024

Baca juga : Lestari: Pers Harus Jadi Pemersatu Bangsa

Zul menilai sistem proporsional terbuka merupakan sistem terbaik untuk diterapkan di Indonesia. Dengan sistem itu, pemilih bisa mengetahui siapa calon legislatif yang akan dipilihnya untuk duduk di Senayan. Sama seperti saat memilih walikota atau gubernur dalam pilkada.

Kalau hanya memilih partai tanpa tahu siapa caleg yang akan dipilih, membuka peluang partai untuk bertindak sewenang-wenang. “Jadi, (sistem proporsional) terbuka is the best,” kata Zul memberikan keterangan.

Eks Ketua MPR ini lalu memberikan warning keras. Zul berjanji kalau sampai MK memutuskan sistem tertutup, ia akan ikut turun ke jalan untuk mendemo MK setiap hari.

Baca juga : Bamsoet Dukung Pembuatan Sistem Terstruktur Penerbitan Izin Praktik Dokter

“Pemerintah usul terbuka, DPR terbuka, apalagi 8 Parpol usulkan terbuka. Kalau sampai MK beda, setiap hari nanti demo. Pokoknya kalau itu sampai salah saya akan demo tiap hari. 5 ribu orang tiap hari,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense