BREAKING NEWS
 

Serius Bikin Pansus, PBNU Tegaskan PKB Bukan Milik Cak Imin & Keluarganya

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Sabtu, 27 Juli 2024 23:10 WIB
Ketum PKB, Muhaimin Iskandar

RM.id  Rakyat Merdeka - Kursi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mulai digoyang.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, PKB didirikan untuk bangsa, bukan untuk Muhaimin Iskandar dan keluarganya.

Hal itu dikatakan Wakil Sekjen PBNU, Suleman Tanjung di Rapat Pleno PBNU di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu (27/7). 

Baca juga : Hore! Bank DKI Distribusikan Kartu Bantuan Sosial, Catat Lokasi Dan Tanggalnya

“PBNU melihat ada upaya dari segelintir elit PKB yang ingin membelokkan sejarah dan ingin menjauhkan PKB dari NU. Banyak kita dengar elit PKB ngomong bahwa PKB bukan milik NU, tapi milik bangsa,” ujar Suleman.

Maka dari itu, katanya, PBNU menginginkan segera dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) tentang PKB karena melihat adanya gejala pembelokan sejarah PKB yang dilakukan segelintir elit PKB.

Adsense

Pembicaraan informal dari para pengurus tentang rencana pembentukan Pansus atau tim 5 tentang PKB turut mewarnai Rapat Pleno PBNU yang digelar pada 27 hingga 28 Juli 2024. PKB dinilai telah melenceng dari tujuan awal pendirian dan hanya dikuasai oleh segelintir elit dan keluarganya.

Baca juga : Cak Imin Vs Yaqut Tarung Di Senayan

“Para peserta rapat pleno dalam pembicaraan informal umumnya sepakat PBNU menginginkan agar PBNU menyikapi perilaku dan pernyataan elit-elit PKB. Besok saat penutupan pleno insyaallah akan diumumkan tentang Pansus PKB ini,” katanya.

Menurut Suleman, pembentukan Pansus ini semata untuk mengembalikan PKB ke rumah aslinya yaitu NU.

“Memang PKB milik bangsa karena PKB didirikan oleh PBNU untuk bangsa bukan untuk Muhaimin dan segelintir elit serta keluarganya,” kata Suleman.

Baca juga : Gus Halim Ingin Realisasikan Pembentukan Bank Desa Di Setiap Desa

Ia menambahkan, bahwa pembentukan Pansus ini khusus untuk elit PKB sehingga para kader PKB di bawah diminta tetap tenang. 

“Ingat ya ini khusus penyikapan terhadap elit PKB,” tegasnya .
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense