BREAKING NEWS
 

Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Di Ngegas Podcast RM

PBNU Itu Seperti Ayah-Ibu Bagi PKB, Tak Baik Anak Serang Balik Orang Tua

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Selasa, 6 Agustus 2024 08:00 WIB
Mantan Sekjen PKB Lukman Edy saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka. (Foto: Feri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Sekjen PKB Lukman Edy jadi orang pertama yang memenuhi undangan Tim Lima bentukan PBNU. Lewat Tim Lima ini, PBNU di bawah komando Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sedang menggoyang kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di PKB.

Kepada Tim Lima itu, Lukman mengaku menyampaikan 20 ‘dosa-dosa’ yang dilakukan Cak Imin selama 20 tahun memimpin PKB. Tiga di antaranya, soal kepemimpinan yang sentralistik, berkurangnya peran Dewan Syuro PKB, hingga tranparansi dana parpol.

“Saya dulu Timsesnya Cak Imin saat mau maju sebagai Ketum PKB. Dua periode saya jadi Sekjen PKB, jadi tahu dosa-dosa Cak Imin,” ungkap Lukman, saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka yang dipandu Editor Rakyat Merdeka Siswanto, Senin (5/8/2024).

Baca juga : Menteri Pertanian Naik Motor Patwal Menuju Istana Negara

Ditanya alasan kenapa buka borok Cak Imin, Lukman mengaku sebagai bagian dari kritik untuk perbaikan PKB di masa depan. Dia mengklaim, apa yang disampaikannya sebenarnya juga aspirasi dari banyak tokoh di PKB yang kecewa dengan kepemimpinan Cak Imin.

Bukannya PKB berjaya di bawah kepemimpinan Cak Imin? Lukman tak menampik, suara PKB di 2024 mengalami kenaikan. Namun, kenaikan itu tak lepas dari efek ekor jas dari dukungan PKB kepada Anies Baswedan di Pilpres. Pemilu

“Golkar suaranya juga naik. NasDem juga naik. Mayoritas parpol juga naik. Cak Imin nggak usah kepedean, seolah-olah hanya PKB yang naik suaranya,” tegas mantan anggota DPR ini.

Baca juga : Menperin Happy Industri Mamin Meningkat 5,8 Persen

Lagian, kata dia, justru selama di bawah Cak Imin, PKB tak pernah berhasil melampaui target yang diusungnya. “Target PKB itu 100 kursi. Sampai sekarang, apakah pernah tercapai? Kan tidak,” ungkapnya.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyarankan, harusnya Cak Imin tidak bereaksi negatif terhadap PBNU. Kata dia, apa yang dikritik PBNU adalah masukan bagi PKB agar berbenah.

“Ingat. PBNU itu seperti Ayah atau Ibu bagi PKB. Tidak pantas seorang anak malah serang balik ketika diingatkan orang tuanya,” ujarnya.

Adsense

Baca juga : GoTo Group Kantongi Pendapatan Rp 4,3 T

Imin menuding PBNU berpolitik dengan cawe-cawe urusan PKB? Merespons hal ini, Lukman menyebut, PBNU sadar akan posisinya, yakni memiliki hubungan sejarah dengan PKB.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense