Dark/Light Mode

Ekspor Tembus Rp 237 Triliun

Menperin Happy Industri Mamin Meningkat 5,8 Persen

Selasa, 6 Agustus 2024 07:05 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Business Matching dan Pameran Produk Artisan Indo­nesia di Kemenperin di Jakarta, Senin (5/8/2024). Foto: kemenperin
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Business Matching dan Pameran Produk Artisan Indo­nesia di Kemenperin di Jakarta, Senin (5/8/2024). Foto: kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri makanan dan minuman (mamin) mempunyai peran penting menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Awal tahun ini, ekspor mamin mencapai 14,73 miliar dolar AS atau sekitar Rp 237,15 triliun.

Menteri Perindustrian (Men­perin) Agus Gumiwang Kartasas­mita mengatakan, pada triwulan 1-2024, sektor ini berkontribusi 39,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas dan 6,97 persen ter­hadap PDB nasional.

Masih di tiga bulan pertama 2024, industri mamin tumbuh 5,87 persen (year on year/yoy), meneruskan konsistensi pertum­buhan positif selama ini.

Baca juga : GoTo Group Kantongi Pendapatan Rp 4,3 T

Kemudian, nilai ekspor produk industri mamin menca­pai 14,73 miliar dolar AS pada periode Januari-Mei tahun 2024 dengan nilai impor 7,27 miliar dolar AS.

“Sektor industri makanan dan minuman masih melanjutkan surplus neraca dagang sebesar 7,46 miliar dolar AS,” kata Agus, dalam Business Matching dan Pameran Produk Artisan Indo­nesia di Kemenperin di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Investasi di sektor itu juga se­makin tumbuh dan diminati oleh para investor. Hal ini terlihat dari perkembangan realisasi investasi yang telah mencapai Rp 26,08 triliun pada triwulan 1-2024.

Baca juga : Jakarta Pacu Digitalisasi Administrasi Perpajakan

Kondisi tersebut diperkuat dari tren ekspansi nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI). Dari data-data tersebut, Kemenperin yakin ke depan industri mamin akan terus tumbuh sebagai pe­nopang ekonomi nasional.

Politisi Partai Golkar ini juga melihat Indonesia dikaruniai dengan keragaman sumber daya hayati yang melimpah. Seperti kopi, teh, buah dan kakao, berpotensi dikembangkan oleh industri pengolahan dalam negeri dengan meningkatkan nilai tambah (value added) yang berorientasi ekspor.

Indonesia merupakan pro­dusen produk olahan kakao terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, Indonesia berada di peringkat ke-7 di dunia sebagai produsen biji kakao terbesar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.