RM.id Rakyat Merdeka - Partai politik (Parpol) merupakan anak kandung demokrasi. Sebab itu, elite parpol memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan kemajuan bangsa dan negara.
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta menggelar Focus Grous Discussion (FGD) bertema Pembangunan Partai Politik dan Demokrasi Indonesia Emas 2045 Dalam Perspektif Administrasi Publik. FGD digelar di Gedung Graha Maharti Bhakti Nagari, Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Sebagai inisiator FGD, Ketua Umum Ikatan Alumni Politeknik STIA LAN Jakarta Agun Gunandjar Sudarsa memastikan, FGD tidak berhenti sampai hari ini. Akan ada FGD selanjutnya dengan pembicara dari elite parpol.
Baca juga : Pemilu Berkualitas Jika Politik Uang Diberantas
"Akan ada waktunya, nanti pembicaranya itu dari partai-partai politik. Kita kolaborasi dengan para praktisi, akademisi yang semua saling berinteraksi. Jadi tidak sepihak," ujar Agun.
Menurutnya, posisi parpol sangat sentral dan fundamental. Bahkan menjadi pilar utama demokrasi. Bahkan dalam konstitusi, parpol menjadi satu-satunya institusi publik yang diberikan kewenangan untuk mengusung dan mencalonkan presiden dan wakil presiden.
Agun berharap FGD selanjutnya dapat menghasilkan gagasan untuk menjadikan parpol semakin kompeten dan profesional.
Baca juga : Agun: Fungsi Kepartaian Berjalan, Indonesia Emas 2045 Terwujud
"Kita akan arahkan ke sana, supaya partai semakin sehat, modern. Kalau perlu semakin digital," katanya.
Sehingga, di era digitalisasi parpol sudah aplikatif. Dengan begitu, biaya politik semakin mudah. Bahkan kalau perlu, Pemilu menggunakan electronic voting(E-Voting). Hanya saja, persoalan selanjutnya adalah validitas data kependudukan.
"Nah ini kan topik-topik yang menarik dalam pembangunan demokrasi kita. Semuanya akan menjadi sebuah optimisme kalau ditindaklanjuti," ujar politisi Partai Golkar ini.
Baca juga : Senayan Apresiasi Terobosan Barantin
Lagipula, Agun menyebut, untuk apa menggelar FGD jika sekadar mengumpulkan gagasan. Nantinya, seluruh gagasan para pembicara akan dituangkan dalam bentuk buku. Buku ini bukan hanya kumpulan makalah.
"Saya sudah minta kepada teman-teman pembicara supaya makalahnya menjadi semakin terukur. Baik secara teoritik maupun praktik," kata anggota DPR 7 periode ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.