Dark/Light Mode

Sistem Perkarantinaan Sudah Digitalisasi

Senayan Apresiasi Terobosan Barantin

Senin, 9 September 2024 07:15 WIB
Anggota Komisi IV DPR Dwita Ria Gunadi.  (Foto: Facebook/Ir. Dwita Ria Gunadi)
Anggota Komisi IV DPR Dwita Ria Gunadi. (Foto: Facebook/Ir. Dwita Ria Gunadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung kebijakan Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat perkarantinaan melalui sistem digitalisasi dalam memaksimalkan manajemen pelayanan berbasis pre-border.

Melalui layanan yang terpadu dan terpercaya ini, pelayanan Barantin diyakini naik ke­las dan sejajar dengan karantina di negara-negara lain.

Anggota Komisi IV DPR Dwita Ria Gunadi mengapresiasi terobosan lembaga pimpinan Sahat Manaor Panggabean ini. “Barantin saat ini menjadi kekuatan dan garda terdepan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga keamanan dan ketahanan pangan,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Dwita menyadari, tantangan yang dihadapi Barantin saat ini makin kompleks. Barantin perlu mengkonsolidasikan peningka­tan sumber daya manusia (SDM) baik kualitas maupun kapa­bilitasnya. Sehingga, tidak ada lagi pelayanan di perkarantinaan yang lama dan berbelit-belit di pintu lintasan border.

“Tapi dengan menggunakan skema sistem informasi karan­tina yang terintegrasi ini, se­makin memudahkan akses bagi masyarakat dan pelaku usaha serta negara-negara mitra,” ujar politisi Fraksi Gerindra ini.

Baca juga : ID Food Dan Pelni Sinergi Perkuat Logistik Pangan

Dwita bilang, sistem pemeriksaan perkarantinaan ini cukup dilakukan satu kali. “Nah, kami mendorong agar jangan lagi dilakukan dua kali pengecekan dari tempat asal dan pengecekan di tempat tujuan,” usulnya.

Pihaknya juga mendukung permintaan usulan tambahan anggaran yang diajukan Baran­tin pada tahun 2025. Dukungan anggaran ini memang sangat diperlukan mengingat 52 persen usia alat laboratorium yang ada di Barantin rata-rata sudah di atas 10 tahun.

“Dan ini belum ada uji pemu­takhiran terhadap alat penunjang terap teknik metodologi. Nah, tentu saja revitalisasi tadi men­jadi sangat penting sekali buat kita di Karantina,” sebutnya.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi IV DPR Daniel Djohan. Dia menilai, kinerja Barantin pasca menjadi lembaga mandiri, sudah jauh lebih baik. Upaya Barantin memperkuat sistem perkarantinaan sebagai garda terdepan dalam mende­teksi lebih dini potensi ancaman biosecurity sebelum masuk ke Indonesia juga sudah baik.

“Makanya saya selalu bilang, Karantina itu kalau kinerjanya bagus, Komisi IV juga akan ba­gus. Akan tetapi kalau Karantina (kinerjanya) lemah, ya sama saja membuat Komisi IV menjadi lemah juga. Kenapa? Karena Karantina anak kandungnya Komisi IV. Dilahirkan langsung dari Komisi IV,” katanya.

Baca juga : Awas, Daya Beli Rakyat Terjun Dan Inflasi Terkerek

Oleh karena itu, dia juga men­dukung usulan penambahan anggaran Karantin untuk Ta­hun 2025. Dukungan anggaran itu tentunya menjadi bagian yang penting untuk memperkuat kinerja Karantina agar bisa naik kelas dan sejajar dengan Badan Karantina di negara-negara lain.

“Jangan samapai justru karena lemahnya Karantina sebagai garda terdepan, kita diremehkan oleh negara-negara lain. Sehingga apa yang jadi problem tadi, layanan digitalisasi One Single Window itu menjadi sangat penting,” ujarnya.

Dia berharap, penguatan di karantina ini tidak hanya di pelabuhan dan bandara saja, tapi juga di titik-titik perbatasan. Penguatan di wilayah perbatasan ini penting mengingat beberapa wilayah seperti di daerah pe­milihannya, Kalimantan Barat itu, masih menjadi pintu masuk barang-barang ilegal bahkan termasuk narkoba.

“Kekuatan karantina sangat kita butuhkan di daerah perba­tasan. Karena perbatasan juga kan sekarang dianggap sebagai garda terdepan, berhadapan dengan negara lain,” tambahnya.

Anggota Komisi IV DPR Khalid menambahkan, sudah sepatutnya Karantina menjadi garda terdepan dalam pengawasan lalu lintas barang. Meng­ingat selama ini, persoalan pengawasan barang masuk dan keluar ini selalu diidentikkan dengan tugas Bea Cukai.

Baca juga : DKI Bidik Investor Pariwisata Dan UMKM

“Padahal beda orientasi, beda Tupoksi. Kalau Bea Cukai, orientasinya cukai. Kalau kita (Barantin) ini keamanan negara. Jadi sudah benar ini bagaimana karantina harus jadi garda terdepan. Baru bicara cukai,” katanya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 9 September 2024 dengan judul Sistem Perkarantinaan Sudah Digitalisasi, Senayan Apresiasi Terobosan Barantin

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.