BREAKING NEWS
 

Ngeledek Sakit Prabowo, Sekjen PSI Kelewatan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WAHYU SURYANI
Sabtu, 2 Februari 2019 11:30 WIB
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Raja Juli Antoni kebangetan. Di saat yang lain mendoakan Prabowo Subianto segera sembuh, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini malah ngeledek Prabowo. Kalau kelakuan pendukung seperti ini tak segera dibenahi, dikhawatirkan justru akan merugikan Jokowi di pilpres nanti.

Ledekan ke Prabowo diutarakan Antoni disela-sela tur PSI di Pamekasan, Jawa Timur, kemarin. "Kami menduga beliau (Prabowo)sakit karena mengetahui informasi tidak akan lagi mendapatkan kisi-kisi debat dari KPU. Jadi mungkin beliau agak sedikit stres," ucap pria yang akrab disapa Toni.

Seperti diketahui, 17 Februari nanti akan digelar debat capres kedua. Temanya: pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Pada debat capres perdana, 17 Januari lalu, KPU memutuskan memberikan kisi-kisi pertanyaan dari panelis kepada dua capres. Namun untuk debat kedua nanti, KPU tidak akan melakukan hal serupa. Alasannya, agar debat lebih ramai.

"Kalau sekarang menjelang persiapan debat saja Pak Prabowo sudah sakit, nanti seandainya dalam debat di-KO Pak Jokowi, saya khawatir sakitnya lebih parah lagi. Semoga tidak," imbuh Tony.

Baca juga : Sekjen PSSI : Tidak Ada Yang Kami Tutupi

Meski begitu, Sekjen PSI ini masih sempat mendoakan Prabowo cepat sembuh. "Semoga flu dan stres yang dialami (Prabowo) berkurang, dan dapat menyiapkan diri dengan baik," jelasnya.

Komentar ini bikin geram kubu Prabowo. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, menyebut Antoni tak punya etika. Ia pun mengolok-olok PSI sebagai partai numpang lewat di Pemilu 2019. "Ini menunjukkan, memang PSI Partai Sekali Ikutan. Sehingga, dia nggak berpikir komentarnya akan melukai perasaan orang. Tak punya etika," kata Andre, Jumat (1/2).

Adsense

Andre berharap, partai baru sekelas PSI belajar dahulu etika politik, sebelum berpolitik. Dia menuding, PSI sengaja membuat hal sensasional agar menjadi perhatian publik. "Ini kan partai anak muda yang etikanya memang agak kurang. Mohon maaf itu, suka menghina orang. Sehingga memang mencari-cari komentar yang sensasional, berharap mereka jadi perhatian publik," ucap Andre.

Pengamat Politik UIN, Adi Prayitno menyayangkan sikap Antoni. Hitungan politiknya, kata Adi, bisa menggerus suara Jokowi di Pilpes 2019. "Ketika PSI mengkritik sakitnya Prabowo karena efek stres mikir debat, itu dinilai bentuk sikap tak simpati terhadap lawan. Bahkan terkesan arogan. Karena sakit, tak ada kaitannya dengan politik. Mestinya, komentarnya lebih bersimpati, ujar Adi kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Sejumlah Dokumen PSSI Disita

Adi pun berpesan, di tahun politik ini, kubu Jokowi harus cermat dalam melangkah. Sikap Sekjen PSI ini, termasuk blunder politik. Peristiwa ini, katanya, sebaiknya dijadikan momentum kubu Jokowi untuk memperbaiki struktur tim kampanye. "Jokowi mesti mensterilkan jubir dan orang di sekelilingnya  agar tak bermanuver bebas yang bisa merugikan dirinya," pungkasnya.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Eva Kusuma Sundari membantah pernyataan Antoni dapat menggerus elektabilitas Jokowi. Ia pun enggan mengomentari lebih dalam  tentang ledekan PSI kepada Prabowo. "No comment ke partai lain," ujar Eva kepada Rakyat Merdeka.

"Strategi marketingnya (PSI) itu kontroversi. Kalau PDIP sih ngga perlu cara begitu," katanya lagi. 

Soal sakitnya Prabowo, Eva menyebut itu manusiawi. "Sakit itu manusiawi, apalagi sekarang masa pancaroba. Banyak yang jatuh sakit, terutama anak-anak karena ketahanan tubuh yang lemah. Saya sih mendoakan segera cepat sembuh," tutur Eva.

Baca juga : Prabowo Diminta SBY Jaga Kondisi Kesehatan

Saat ini, kondisi kesehatan Prabowo dikabarkan membaik. Menurut Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, kemarin, Prabowo sempat bedrest lantaran flu berat. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense