RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah elit NasDem Sulteng yang mengundurkan diri adalah Ferry Anwar (sekretaris), M Fahruddin Yunus (bendahara), serta Hadijah Hanamah, Bendahara Bidang Pengelolaan Dana dan Aset. Selain itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif, Masrifan Ranroe Muchsen; Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber, Viktor; serta Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik, Salahudin.
Ferry Anwar mengatakan, pengunduran dirinya dari kepengurusan DPW NasDem Sulteng di dasari sejumlah pertimbangan. Salah satunya, dia memutuskan mendukung Ahmad Ali Center (AAC) karena lembaga tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan NasDem di Provinsi Sulteng.
“AAC telah berkontribusi terhadap Partai NasDem, memberikan suara kepada partai, bahkan turut memenangkan kursi untuk NasDem. Kalau sekarang orang-orang AAC dianggap tidak memiliki komitmen terhadap NasDem, menurut saya justru terbalik. NasDem-lah yang tidak memiliki komitmen dan penghargaan terhadap orang-orang yang telah berjuang untuk partai,” ujarnya di Palu, Sulteng, di kutip Selasa (4/8/2026).
Baca juga : Pram Yakin Pemprov Bisa Melunasi Utang
Ferry menjelaskan, ACC merupakan lembaga sosial, dan bukan bagian dari struktur atau organisasi sayap NasDem. Hal tersebut, ungkap dia, telah ditegaskan Ahmad Ali saat deklarasi AAC.
Namun, lanjut Ferry, dirinya dan sejumlah kader NasDem yang tergabung dalam AAC dihadapkan pada pilihan, untuk tetap berada di NasDem atau membersamai AAC. “Kami yang berada di AAC diminta memilih antara Ahmad Ali Center atau NasDem,” imbuhnya.
Sebab itu, sambung dia, pihaknya memilih mundur dari kepengurusan DPW NasDem Sulteng, dan tetap membersamai Ahmad Ali yang telah mendampingin perjalanan politik mereka dalam satu dekade terakhir.
Baca juga : Tanpa Rodri, City Bakal Suram
“Pak Ahmad Ali adalah kakak, guru, dan saudara yang telah berjuang bersama kami selama 13 tahun. Apa pun kondisinya, kami memilih berdiri di samping Pak Ahmad Ali,” tegasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPW NasDem Sulteng, Arman membenarkan pengunduran diri sejumlah pengurus DPW NasDem Sulteng. Menurut dia, dinamika itu merupakan hal yang wajar dalam kehidupan partai politik (parpol).
“Pilihan politik seseorang tak bisa diintervensi. Setiap kader memiliki hak untuk pindah ke partai lain atau memilih beristirahat dari aktivitas politik. Prinsipnya, keputusan setiap orang terkait pilihan politiknya harus dihormati,” ujarnya di Palu, Sulteng, Senin (3/8/2026).
Baca juga : Sejumlah Daerah Defisit Anggaran
Arman menambahkan, Ketua DPW NasDem Sulteng, Nilam Sari Lawira, menghormati keputusan yang diambil para kader tersebut. Sebab, setiap kader memiliki hak untuk menentukan pilihan politik, dan partai tak dapat memaksa seseorang untuk bertahan bila mereka merasa sudah tidak sejalan dengan arah perjuangan partai.
“Dari enam orang yang diberitakan mengundurkan diri, baru empat orang yang mengirimkan surat pengunduran diri secara tertulis. Dua orang menyatakan mundur melalui pernyataan di grup WhatsApp,” jelas dia. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.