Sebelumnya
PBNU juga ikut komentar. Ketua PBNU, Robikin Emhas menyatakan, pengandaian pilpres sebagai perang adalah kekeliruan. “Pilpres hanya kontestasi lima tahunan,” kata Robikin melalui pernyataan tertulis, Sabtu (23/2).
Menurutnya, sengaja atau tidak sengaja, Neno mencoba membawa orang pada peristiwa Perang Badar pada awal sejarah Islam. Saat itu, pasukan muslim yang berjumlah 319 orang bersenjata seadanya, berhadapan dengan seribuan musuh kafir bersenjata lengkap, yang berusaha mengenyahkan kaum muslimin.
Baca juga : Cak Imin Dinasehati Hasto
Nabi Muhammad SAW pun berdoa memohon pertolongan Allah agar memenangkan kaum muslimin. Robikin mengatakan, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi seluruhnya beragama Islam.
“Lalu atas dasar apa kekhawatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?” tukas Robikin. “Tak usah berusaha mengukur kadar keimanan orang. Apalagi masih terbiasa ukur baju orang lain dengan yang dikenakan sendiri,” tambah Robikin.
Baca juga : Politisi PKB: Kebohongan Kubu Prabowo Stadium 4
Menurutnya, berdoa merupakan bagian dari cara membangun hubungan baik dengan Allah SWT. Islam memberi panduan tata cara berdoa, antara lain dengan adab yang baik, dengan penuh sopan santun serta tidak memanipulasi fakta. “Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT, bukan pilpres, bahkan bukan agama itu sendiri,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.