Sebelumnya
Soal upaya menghilangan potitik uang, Sekarwati menyebut setidaknya ada empat cara. Pertama, mereformasi parpol. Kedua, parpol harus memiliki ke inginan yang sama untuk reformasi parpol. Ketiga, aturan yang mendukung secara tertulis dan mengikat. Terakhir, sistem politik yang mendukung.
Dikatakan, untuk reformasi parpol, saat ini Partai Golkar sedang menerapkannya. Misalnya, melalui tagline “Golkar Bersih”. Kemudian, memadukan teknokrat dan politisi dalam kepengurusan dan membuat Golkar Institute. Sekarwati optimis, ikhtiar ini bisa meminimalisasi politik uang.
Baca juga : Persentase Preshold Disunat Aja Dah
Sementara pengamat Politik dari Universitas Amsterdam, Belanda, Ward Berenscot, menyambut baik upaya Sekarwati bersama Partai Golkar untuk melawan praktik politik uang. Baginya, parpol memiliki peran penting dalam seleksi kader untuk berkontestasi dalam Pemilu.
“Ini tentang bagaimana membiasakan kebenaran. Parpol harus melakukan seleksi, bukan justru melakukan mahar politik. Parpol juga harus mau berubah,” ujar Ward.
Baca juga : Teken Kontrak, Proyek Jalan Tol Cisumdawu Dan Pluit Mulai Dikerjakan
Sedangkan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor mengakui, mencari biang kerok politik uang seperti cerita tentang telur dan ayam. Mana yang lebih dahulu muncul.
Apakah parpol, atau masyarakat, yang menciptakan itu terjadi. “Ada penelitian 46,7 persen mas yarakat memaklumi politik uang. Ini artinya masyarakat semakin permisif dengan politik uang,” ujarnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.