BREAKING NEWS
 

Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan

JK : Politik Itu Hanya 5 Tahun, Persahabatan Seumur Hidup

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 8 April 2019 06:05 WIB
Wapres Jusuf Kalla. (Foto : istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perbedaan politik bukan alasan memecah belah bangsa. Tapi,  pemilu pada dasarnya untuk mengevaluasi bangsa secara keseluruhan. "Politik itu hanya 5 tahun, tapi persahabatan itu seumur hidup,” kata Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) saat mengunjungi beberapa wilayah Indonesia Timur di Hotel Lombok, Mataram, kemarin.

Di sana, JK mengajak masya­rakat untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian menjelang pemilu 17 April. “Berbeda pilihan politik hal wajar, namun harus tetap men­jaga hubungan baik dengan se­mua orang. Kita berbeda dalam 5 tahun, tapi jangan putuskan per­sahabatan yang seumur hidup. Jadi, kita ketemu sebagai teman semua, sahabat-sahabat di sini. Kita lupakan masalah politik, walaupun bertentangan tapi kita jadikan masalah itu pengerat semua hubungan kebangsaan kita,” ujarnya.

Baca juga : Pers Harus Tampil Perkuat Persatuan Bangsa

Bekas Ketua Umum Partai Golkar ini meminta seluruh masyarakat agar memandang perbedaan pilihan politik sebagai hal yang wajar. Sehingga bisa merawat perbedaan sebagai kekuatan bangsa. “Kita memang banyak perbedaan, karena negara kita berben­tuk kepulauan. Namun, perbe­daan itu bukan halangan untuk bersatu,” ucapnya.

Adsense

Selain itu, JK juga meng­ingatkan bahwa banyak negara di dunia ini yang akhirnya bang­krut, penuh konflik dan masalah, hanya karena faktor pemimpin yang tidak mementingkan masyarakat.

Baca juga : Sandiaga Uno: Presiden 2019 Sudah Tercatat Di Lauhul Mahfudz

Terlebih lagi, banyak koruptor yang menghancurkan masa depan bangsa. “Karena itu, masyarakat untuk memiliki pemimpin terbaik untuk masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Hal sama dikatakan JK saat menghadiri Dharma Santi Nasional sebagai Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Art Center, Denpasar, Bali. Menurutnya, pemilu salah satu proses evaluasi atas lima tahun kinerja pemimpin. Pengertian ini sama dengan filosofi hari suci, termasuk Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka, yaitu: evaluasi.

Baca juga : DPR Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara

“Jadi sesugguhnya tiap agama punya filosofi untuk mensucikan diri dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan,” tuturnya.

Dharma Santi merupakan serangkaian acara silaturahim atau simakrama umat Hindu sebagai ajang saling memaaf­ kan kesalahan untuk mencapai kedamaian. Dharma Santi kali ini mengangkat tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu”. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense