Sebelumnya
PKS yang juga pernah satu koalisi dengan PAN, tidak setuju dengan pendapat Zulhas. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai, meski indeks demokrasi menurun, tapi penilaian Zulhas mengenai demokrasi yang culas atau curang dalam Pilkada 2017 hingga Pemilu 2019, terlalu kejam. “Ada masalah, tapi tanggung jawab kita semua,” kata Mardani, kepada wartawan, kemarin.
Waketum PKB, Jazilul Fawaid, mengoreksi pernyataan bos PAN tersebut. Menurutnya, bergabung dengan pemerintah bukan masalah, asal etika demokrasi tetap ditegakkan, tidak mengarah pada otoritarianisme dan tirani.
Baca juga : Myanmar Masih Rusuh, 146 WNI Mudik Ke Tanah Air
“Sampai saat ini, saya melihatnya masih dalam batas normal saja, hanya memang kekuatan civil society makin melemah,” kata Jazilul.
Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, pernyataaan Zulhas soal demokrasi culas terlalu berlebihan. Melihat bahasa yang dipakai Zulhas ini, Emrus teringat dengan gaya mengkritik Amien Rais.
Baca juga : Ayam Jago Mulai Kukuruyuk
“Saya tidak berani bilang sama, tapi ada tune atau nada yang sama antara Zulhas dengan Amien Rais,” kata Emrus, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dalam menyampaikan kritik, lanjut dia, Amien selama ini dikenal ceplas-ceplos dan berlebihan. Bahasa yang dipakai Amien juga kerap provokatif. Misalnya, istilah Partai Allah dan Partai Setan.“Yang menyatakan partai itu setan atau tidak setan apakah manusia?” tanyanya.
Baca juga : Hadapi Demonstran, Tentara Myanmar Pakai Senjata Perang Mematikan
Di dunia maya, pernyataan Zulhas ini malah banyak disindir balik netizen. “Tidak usah malu, bilang saja ingin masuk kabinet,” sindir akun @BryoAceh. “Demokrasi culas... setelah dijadiin ketum, setelah jadi, yang dukung dan pendiri ditendang keluar...” timpal akun @Pak_timbul. “Kasihan.. Mbah Amien, besannya dibikin rendang,” sambung akun @tongtong_sot. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.