Dark/Light Mode

Myanmar Masih Rusuh, 146 WNI Mudik Ke Tanah Air

Kamis, 25 Maret 2021 11:57 WIB
Massa dari Keluarga Besar Medis Mandalay (Mandalay Medical Family) memulai aksi demonstrasi mereka menentang kudeta militer Myanmar sejak subuh Kamis (25/3/2021). [Foto: Civil Disobedience Movement]
Massa dari Keluarga Besar Medis Mandalay (Mandalay Medical Family) memulai aksi demonstrasi mereka menentang kudeta militer Myanmar sejak subuh Kamis (25/3/2021). [Foto: Civil Disobedience Movement]

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum adanya solusi penyelesaian konflik di Myanmar, membuat negara tersebut masih terus dilanda gelombang aksi demo hampir setiap hari. Akibat kondisi yang jauh dari kondusif ini, ratusan warga negara Indonesia pun memilih pulang ke tanah air.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rabu (24/3/2021), saat ini tercatat ada 362 WNI, yang mayoritas pekerja profesional, masih berada di Myanmar. Sebanyak 96 orang telah memutuskan segera meninggalkan Myanmar di awal Maret.

“Pada Maret saja, tercatat 96 WNI yang sudah lapor ke KBRI Yangon untuk pulang," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha dalam jumpa pers virtual, Rabu (24/3) malam.

Baca Juga : Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Penting Untuk Tingkatkan Daya Saing

Angka di atas tidak termasuk 50 WNI yang sebelumnya telah pulang ke Tanah Air menggunakan penerbangan yang diperbantukan, di tengah demonstrasi anti kudeta di Myanmar. Dengan demikian, total WNI yang memutuskan meninggalkan Myanmar 146 orang.

Sementara ada 20 orang di antaranya telah berada di Sekolah Indonesia Yangon, yang diperuntukkan sebagai lokasi perlindungan sementara bagi para WNI.

Judha juga meminta para WNI yang merasa lokasi tempat tinggalnya tidak aman dan nyaman, untuk segera merapat ke Sekolah Indonesia Yangon, yang situasinya relatif aman karena terletak di wilayah diplomatik.

Baca Juga : Telkomsel Bikin Layanan Hotline Edukasi Dan Konseling Covid-19

"Sementara ini, pemerintah Indonesia belum memutuskan untuk melakukan evakuasi. Karena berdasarkan penilaian di lapangan, tidak ada warga negara asing, termasuk WNI yang menjadi sasaran kekerasan selama demonstrasi," tegasnya.

Mengingat demonstrasi dan kekerasan masih terus berlangsung, pemerintah mengimbau WNI untuk terus waspada, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, menyiapkan stok bahan makanan untuk satu hingga dua pekan, serta selalu menjalin kontak dengan KBRI.

“Bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan mendesak di Myanmar, kami minta untuk mempertimbangkan pulang ke Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga : Italia Vs Irlandia Utara, Tak Gentar Sama Badai Corona

Saat ini tersedia dua penerbangan, yaitu maskapai Singapore Airlines dan Myanmar Airlines, yang merupakan bagian penerbangan yang diperbantukan untuk memfasilitasi warga negara asing keluar dari Myanmar.
 Selanjutnya