BREAKING NEWS
 

Patut Dicurigai

Miris, 30 Persen Caleg DPR Nggak Mau Buka Profil Diri

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 8 November 2023 06:45 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu Idham Holik. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
“Publikasi daftar riwayat hidup caleg dalam DCT yang terpublikasi sangat bergantung izin personal dari caleg yang bersangkutan kepada KPU melalui par­pol,” imbuh Idham.

Adsense

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Nurlia Dian Paramita mengatakan, dalam kerangka pengenalan caleg, membuka riwayat diri cukup urgen. Sebab, hal ini terkait kesempatan untuk memilih dengan melihat latar belakang seperti, pengalaman dan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar

“Ketidakterbukaan caleg ini akan memberi kesan mencurigakan bagi caleg tersebut,” kata Mita dalam keterangan­nya, Selasa (7/11/2023).

Baca juga : Gibran: Kalau Nggak Suka, Jangan Dipilih

Publik, kata dia, dapat berasumsi ada kejanggalan dalam proses pencalonan para caleg yang tidak mau membuka daftar riwayat hidupnya. Publik juga bisa menduga kecenderungan para caleg tersebut mempengaruhi pemilih dengan politik uang, bukan dengan prestasi.

Mita mengatakan, ketertutupan pro­fil caleg dapat melemahkan penga­wasan partisipatif yang dapat dilakukan masyarakat. Kata dia, bila daftar riwayat hidup tertutup, maka pemilih tidak dapat memastikan benar atau tidaknya caleg memenuhi syarat minimal pendidikan.

“Daftar riwayat hidup ini dapat menun­jukkan sejauh mana caleg tersebut ber­prestasi, memiliki rekam jejak yang ses­uai dengan visi-misi yang dibangunnya, dan tentu saja dapat melihat kompetensi caleg tersebut,” jelasnya.

Baca juga : Permintaan Naik 110 Persen, Merek Pakaian Korea ADLV Buka Store Perdana Di Jakarta

Termasuk seberapa jauh caleg tersebut berpihak dan mampu mengimplemen­tasikan gagasan yang dibawanya dalam proses pencalonan.

Dikatakan Mita, riwayat hidup caleg se­harusnya merupakan daya tarik tersendiri bagi pemilih dalam mempertimbangkan pilihannya.

Dia mengibaratkan dengan hubungan kerja, para caleg merupakan si pelamar kerja, dan pemilih yang memiliki hak suara justru adalah si pemberi kerja.

Baca juga : Target Suara Minimal 4 Persen, Kaesang Belum Mau Bocorkan Arah Dukungan PSI Terkait Capres

“Orang melamar kerja saja akan melampirkan CV-nya dengan harapan pemberi kerja mempertimbangkan CV-nya dalam memilihnya sebagai pekerja,” jelasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 8/11/2023 dengan judul Patut Dicurigai, Miris, 30 Persen Caleg DPR Nggak Mau Buka Profil Diri

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense