Sebelumnya
“Publikasi daftar riwayat hidup caleg dalam DCT yang terpublikasi sangat bergantung izin personal dari caleg yang bersangkutan kepada KPU melalui parpol,” imbuh Idham.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Nurlia Dian Paramita mengatakan, dalam kerangka pengenalan caleg, membuka riwayat diri cukup urgen. Sebab, hal ini terkait kesempatan untuk memilih dengan melihat latar belakang seperti, pengalaman dan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar
“Ketidakterbukaan caleg ini akan memberi kesan mencurigakan bagi caleg tersebut,” kata Mita dalam keterangannya, Selasa (7/11/2023).
Baca juga : Gibran: Kalau Nggak Suka, Jangan Dipilih
Publik, kata dia, dapat berasumsi ada kejanggalan dalam proses pencalonan para caleg yang tidak mau membuka daftar riwayat hidupnya. Publik juga bisa menduga kecenderungan para caleg tersebut mempengaruhi pemilih dengan politik uang, bukan dengan prestasi.
Mita mengatakan, ketertutupan profil caleg dapat melemahkan pengawasan partisipatif yang dapat dilakukan masyarakat. Kata dia, bila daftar riwayat hidup tertutup, maka pemilih tidak dapat memastikan benar atau tidaknya caleg memenuhi syarat minimal pendidikan.
“Daftar riwayat hidup ini dapat menunjukkan sejauh mana caleg tersebut berprestasi, memiliki rekam jejak yang sesuai dengan visi-misi yang dibangunnya, dan tentu saja dapat melihat kompetensi caleg tersebut,” jelasnya.
Baca juga : Permintaan Naik 110 Persen, Merek Pakaian Korea ADLV Buka Store Perdana Di Jakarta
Termasuk seberapa jauh caleg tersebut berpihak dan mampu mengimplementasikan gagasan yang dibawanya dalam proses pencalonan.
Dikatakan Mita, riwayat hidup caleg seharusnya merupakan daya tarik tersendiri bagi pemilih dalam mempertimbangkan pilihannya.
Dia mengibaratkan dengan hubungan kerja, para caleg merupakan si pelamar kerja, dan pemilih yang memiliki hak suara justru adalah si pemberi kerja.
“Orang melamar kerja saja akan melampirkan CV-nya dengan harapan pemberi kerja mempertimbangkan CV-nya dalam memilihnya sebagai pekerja,” jelasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 8/11/2023 dengan judul Patut Dicurigai, Miris, 30 Persen Caleg DPR Nggak Mau Buka Profil Diri
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.