RM.id Rakyat Merdeka - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo masih terlihat santai, di saat capres nomor urut 1 dan 2 mulai panas. Ia lebih banyak menceritakan pengalamannya belanja masalah ketika berkeliling Indonesia bersama cawapresnya Mahfud Md saat masa kampanye.
Jagoan Banteng ini cerita bahwa ia banyak mendengarkan banyak masukan keluhan dari masyarakat yang ia dan Mahfud temui sepanjang perjalanan kampanyenya dari Sabang sampai Merauke.
"Di Merauke, kami menemukan pendeta namanya Pak Leo. Dia harus menolong seorang ibu ingin melahirkan, karena tidak adanya fasilitas kesehatan, dan beliau belajar dari Youtube, sesuatu hak kesehatan yang tidak bisa didapat," kisah Ganjar.
Baca juga : Panas! Debat Capres Cawapres Sesi Pertama, Anies Serang Cawapres Milenial
Karena itu, ia sampaikan kepada pendeta Leo, bahwa dirinya bersama Mahfud komit dengan program satu desa, satu puskesmas atau posko dengan satu nakes yang ada.
"Pak Mahfud juga menyampaikan kepada para guru yang ada di Aceh, di Sabang sana. Ada juga guru agama di sana kita ingin membangun Indonesia yang hebat dengan SDM yang unggul, tapi apakah kita sudah memperhatikan mereka?" tanya Ganjar.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga menerima keluhan dari anak muda yang mengaku sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu, mereka juga sulit mendapatkan akses internet.
Baca juga : Debat Capres Sesi Pertama, Prabowo Jawab Serangan Anies: Kita Jangan Munafik!
"Catatan inilah yang mendorong pikiran kami, internet gratis untuk para siswa yang sedang bersekolah agar mereka punya kesamaan dengan kita semua yang ada di Jawa ini," janji Ganjar.
Ganjar mulai sedikit panas ketika menyoal kualitas demokrasi. Ia menceritakan beberapa sampel kasus yang mencoreng demokrasi. Di antaranya, Ibu Sinta yang harus berbenturan dengan aparat keamanan ketika menyampaikan pendapat.
"Ada Melki Ketua BEM yang kemudian ibunya harus diperiksa," tuturnya.
Baca juga : Debat Perdana Capres 2024, Ganjar Sat Set, Mahfud Tas Tes
Soal korupsi, mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga menyentil upaya pemerintah yang dinilai belum maksimal memberantas praktik rasuah di Indonesia.
"Kita sikat korupsi itu tidak dengan kata-kata, dengan keseriusan.
Pak Mahfud adalah mitra saya yang selama ini sebagai Menko mengeksekusi itu dengan baik. Kita akan lakukan itu. Kami mohon dukungan rakyat perintahkan kami untuk mengerjakan itu," ajaknya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.