Sebelumnya
Sebagai sahabat NasDem, lanjut Ahmad Ali, Sutarmidji tak pernah memusuhi NasDem. Lalu memposisikan diri layaknya sebagai seorang sahabat, dicintai rakyat.
Partai NasDem selalu mengukur kepuasan masyarakat dan bagaimana hubungan personalnya dengan NasDem. Walaupun Sutarmidji bukan kader NasDem, tapi menjadi sahabat NasDem.
Baca juga : Dubes Al Busyra: Ekonomi Maju Pesat, Afrika Makin Dilirik Negara Maju
“Dia selalu berada di posisi suka dan duka, peduli rakyat, berempati dengan orang susah, apa alasan bagi NasDem untuk katakan tidak,” tegas Ahmad Ali.
Ditegaskan, jika mengusung kembali Sutarmidji adalah kehendak rakyat, tentunya permintaan itu akan dikehendaki pula oleh NasDem sebagai partai yang lahir untuk rakyat dan memenuhi harapan rakyat.
Baca juga : Kilang Cilacap Terbakar, Pertamina Lakukan Langkah-Langkah Ini
Sementara, Sutarmidji menyebut, NasDem merupakan partai tanpa mahar dalam mengusung calon. Hal itu pun dibuktikannya saat maju di Pilgub 2018.
“Saya pastikan dan berani bersaksi bahwa NasDem ini sesuai komitmen Ketua Umum Surya Paloh, tidak ada mahar satu rupiah pun,” tegas Sutarmidji.
Baca juga : Penambahan RTH Di Jakarta Lemot
Bahkan kala itu, lanjutnya, justru NasDem membantunya dalam pencalonan. Hal ini sejalan dengan keinginan Pemerintah agar partai yang mengusung calon dapat membiayai calonnya. [EDY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.