BREAKING NEWS
 

Didorong Maju Pilgub Lagi

Gubernur Sumut Tidak Suka Pertuni Berpolitik

Reporter : EDY BURNAMA
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Kamis, 27 Januari 2022 07:00 WIB
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. (Foto: Instagram @edy_rahmayadi)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah --yang akrab disapa Ijeck-- semakin menguat sebagai Calon Gubernur (Cagub) Sumut. Bahkan, tiga ormas sayap Partai Golkar, baru-baru ini mendorong dan mengumandangkan Ijeck maju di Pilgub Sumut.

Menurut Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, secara politis, mendukung dan memenanglan Ijeck di Pilkada Sumut 2024 adalah pilihan rasional dan realistis. “Ijeck adalah kader terbaik Golkar. Dia punya modal politik untuk tampil menjadi pemimpin Sumut ke depan,” kata Riza.

Baca juga : Gerindra Dituding Sudah Main Politik Pecah Belah

Menurutnya, meski Ijeck belum menegaskan maju atau tidak di Pilkada 2024, namun Kosgoro 1957 tetap melaksanakan tanggungjawabnya meningkatkan elektabilitas Wagub Ijeck. “Sebelum ada pernyataan tegas dari Ijeck, wujud tanggungjawab politik kami adalah terus berjuang meningkatkan elektabilitas Ijek,” ujarnya.

Sementara, Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumut sudah bersiap-siap menghadapi Pilkada 2024. NasDem memastikan hanya akan mencalonkan kader sendiri di Pilkada. Partai besutan Surya Paloh ini tidak akan mengusung calon tak berkeringat.

Baca juga : Firli Bahuri: KPK Tidak Akan Terlibat Dalam Politik

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sumut Iskandar menegaskan, kader yang dicalonkan merupakan kader yang sudah berkeringat terhadap NasDem.

Jika ada kader tak berkeringat dan ingin menjadi kepala daerah, menurutnya, hal itu tidak akan terjadi. “Kita ucapkan selamat tinggal. Goodbye. Kita tidak peduli, mau si A, B, C. Siapapun dia jika tidak bekerja, tak berkeringat, dipastikan akan ditinggalkan dan tidak akan diusung di Pilkada,” tegas Iskandar.

Baca juga : Gus Muhaimin: Kembali ke Khittah Tak Berarti NU Tak Berpolitik

Menurutnya, kader tidak berkeringat tentu tidak layak di­usung, apalagi diperjuangkan dalam Pilkada nanti.

Tapi, lanjut Iskandar, jika perolehan kursi NasDem cukup untuk mengusung calon sendiri, dipastikan 100 persen akan mendukung kader sendiri. Namun jika kursi tidak cukup, NasDem akan tetap mengupayakan kader sendirinya, kalau tidak kepala daerah, maka wakil kepala daerah. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense