RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Indonesia Maju (KIM) berusaha keras untuk bersama-sama di Pilkada serentak, November ini. Namun, di sejumlah provinsi, KIM masih belum bulat soal bakal calon yang bakal diusung. Misalnya, di Jawa Barat dan Jawa Tengah, KIM masih tarik ulur untuk usung pasangan cagub-cawagub.
Di Pilgub Jawa Barat, anggota KIM yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat masih mendorong kadernya masing-masing untuk maju. Partai Golkar bersikeras mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur petahana di Jawa Barat. Namun PAN dan Gerindra juga punya jagoan yang bakal diusung.
Hal serupa juga terjadi di Pilgub Jawa Tengah. Sampai sekarang belum ada keputusan final siapa yang diusung KIM. Padahal Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memiliki tingkat elektalitas yang tinggi di Jateng. PSI merupakan bagian dari KIM.
Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia memandang, Ridwan Kamil lebih cocok maju di Pilgub Jabar ketimbang Pilgub Jakarta. Alasannya, popularitasnya di Jabar lebih bagus daripada di Jakarta. Selain itu, Doli menilai sebagai cagub petahana, Ridwan Kamil didukung faktor kebermanfaatan maupun elektabilitas dan akseptabilitas.“Terhadap dua variabel itu, untuk saudara Ridwan Kamil lebih pas dia di Jawa Barat, gitu,” ujarnya di Jakarta, (10/7/2024).
Sementara Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron mengklaim KIM ingin mengusung Ridwan Kamil menjadi calon gubernur Jakarta, sementara Dedi Mulyadi calon gubernur Jabar.
Namun, Herman mengaku dari hasil pertemuannya dengan Ridwan Kamil, Waketum Golkar itu masih belum menentukan pilihan untuk maju di Pilkada Jakarta atau Jabar. “Kita belum lihat,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2024).
Baca juga : Kalau Sampai Krisis Beras, Indonesia Diledek Singapura
Begitu pula dengan Dedi Mulyadi. Dia mengatakan politisi Partai Gerindra tersebut ingin maju sebagai bakal calon gubernur Jabar. Begitu juga dengan PAN yang mendorong kader internal, yakni Bima Arya dan Desi Ratnasari.
Untuk itu, KIM yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, PAN, hingga Demokrat cenderung merancang skenario agar Ridwan Kamil menjadi Jakarta 1. Sedangkan Dedi Mulyadi menjadi Jabar 1. “Ya sementara pembicaraan seperti itu,” pungkasnya.
Lalu bagaimana di Pilkada Jateng? Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman menyatakan terbuka untuk mengusung pasangan Kaesang Pangarep dan Irjen Pol Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng.
Habiburokhman mengatakan bahwa kemungkinan tersebut terbuka karena Kaesang maupun Luthfi sama-sama merupakan tokoh di Jateng. Namun, dia menegaskan sampai saat ini belum ada kepastian siapa yang bakal diusung KIM.
“Kaesang sangat kuat di Jawa Tengah, Luthfi juga kuat, tinggal nanti dibicarakan di level koalisi seperti apa,” ujarnya di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi III DPR ini menyampaikan bahwa partainya masih menunggu hasil koordinasi antar KIM untuk mengusung cagub di Jateng. Mengingat, ada kemungkinan mendorong Anies Baswedan dan Kaesang di Jakarta
Baca juga : Langit IKN Akan Dijaga Radar Made In Prancis
“Apakah nanti akan mendorong Anies-Kaesang atau seperti apa? Kami menunggu saja,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Habib menjelaskan, sikap pasif tersebut diambil karena Gerindra tidak memiliki perolehan suara yang cukup untuk memajukan calon sendiri. Oleh karenanya, harus dibahas lebih lanjut dengan mitra koalisi.
“Membicarakan berbagai skema, berbagai kemungkinan dengan partai-partai politik lain, terutama teman-teman Koalisi Indonesia Maju,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis, Agung Baskoro menilai KIM memang belum bisa kompak untuk menentukan calon gubernurnya di Pilkada 2024. Sebab, kerjasama politik itu terjalin untuk kebutuhkan Pilpres, bukan Pilkada.
“Sehingga wajar setiap anggota berhitung cermat siapa yang diusung. Karena salah memilih kandidat, semua dirugikan utamanya partai pengusung,” ungkapnya, semalam.
Contohnya di Jabar, kata Agung Partai Golkar punya Ridwan Kamil untuk kembali diusung sebagai cagub petahana. Disisi lain, Ia pun disiapkan di Jakarta untuk melawan Anies Baswedan.
Baca juga : Pimpinan DPR Diusulkan Jadi 8 Orang
“Jika RK maju di Jakarta, maka peluang Golkar memimpin kembali Jabar bisa hilang dan efek ekor jas RK untuk 27 Kota/Kabupaten di Jabar jadi sirna. Otomatis Golkar rugi besar jika RK ke Jakarta,” ungkapnya.
Di sisi lain, Agung menilai bahwa KIM masih bingung mengusung cagub di Jateng. Apalagi, beberapa kadernya tidak punya elektabilitas yang mampu mengalahkan Kaesang.
Jika Kaesang mengurungkan niatnya untuk maju di Pilkada Jakarta, Agung memandang dia bakal mendapat dukungan KIM menjadi cagub Jateng. Atau justru KIM bakal bersatu dengan PDIP yang sudah meliriknya lebih dulu.
“Meskipun koalisi itu kecil kemungkinannya, karena PDIP punya golden ticket dan selama ini punya tradisi mendorong kader internal sebagai cagub,” pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 11 Juli 2024 dengan judul Usung Cagub Jateng Dan Jabar, KIM Masih Tarik Ulur
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.