Dark/Light Mode

Penumpang Makin Membludak

Penambahan Rangkaian KRL Sangat Didamba-dambakan

Kamis, 11 Juli 2024 07:25 WIB
Penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter Line berada di peron Stasiun Bogor, Jawa Barat. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter Line berada di peron Stasiun Bogor, Jawa Barat. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta Pemerintah menyuntikan dana sebesar Rp 1,8 trilun tahun 2025. Pasalnya, kereta commuter Jabodetabek yang dikelola anak usaha PT KAI, yakni PT Kereta Commuter Indone­sia (KCI), berpotensi mengalami kelebihan muatan serius pada tahun 2026. Netizen pun meminta adanya penam­bahan rangkaian KRL.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KAI Salusra Wijaya menjelaskan, suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) akan digunakan untuk pengadaan rangkaian kereta baru, serta meningkatkan sejumlah fasilitas penunjang.

Menurutnya, kedua hal itu mendesak dilakukan karena jumlah kereta, kenyamanan dan keamanan di stasiun saling berkaitan.

Baca juga : Waspada, Longsor Dan Banjir Ancam Jakarta...

“Utamanya, saat jam sibuk atau peak hours di Jabodetabek. Tahun ini, sudah terjadi okupan­si sebesar 129 persen pada peak hours. Bila kita tak melakukan pengadaan sarana, pada 2026 sampai 2027 (okupansinya) akan melebihi 200 persen. Ini terjadi overload serius,” ujar Salusra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Selain PMN, sambung dia, pendanaan pengadaan rang­kayan kereta akan dipenuhi me­lalui mekanisme pinjaman atau utang. Namun, jika pihaknya tak mendapatkan PMN, seluruh pen­danaan akan berasal dari utang.

“Jika tidak mendapatkan PMN, beban bunga utang PT KCI akan sangat tinggi, melebihi 2 kali lipat. Selain itu, laba ber­sih perusahaan juga berpotensi berbalik, menjadi rugi setelah tahun 2027,” ucap Salusra.

Baca juga : Tim Matador Ukir Sejarah Ciamik

Direktur Utama PT KCI Asdo Artriviyanto menambahkan, pi­haknya terus menghadapi tantan­gan baru dalam memenuhi kebu­tuhan armada KRL Jabodetabek. Awalnya, PT KCI memiliki 118 rangkaian kereta untuk melayani penumpang Jabodetabek.

Namun, lanjut Asdo, jumlah itu berkurang jadi 108 karena 10, di antaranya harus dikonservasi. Tahun ini, dari 108 rangkaian kereta yang dimiliki, 19 di anta­ranya akan diistirahatkan karena faktor usia.

Kondisi ini mengakibatkan, sisa armada hingga akhir ta­hun 2024, hanya 89 trainset. Sementara, kebutuhan opera­sional minimal mencapai 101 trainset.

Baca juga : Jannik Sinner Menderita

“Kekurangan 12 trainset ini berpotensi menyebabkan pen­umpukan penumpang dan keti­daknyamanan para pengguna KRL,” jelas dia.

Asdo menambahkan, PT KCI akan mengimpor 12 rangkaian kereta dari CRRC Shi-feng jika mendapatkan suntikan dana dari Pemerintah tahun 2025. Jumlah itu akan bertambah setelah PT INKA menyelesaikan 4 trainset di tahun 2026.

Soal alasan pemesanan dari China, jelas Asdo, pihaknya mempertimbangkan harga yang kompetitif dan spesifikasi yang paling sesuai untuk kebutuhan Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.