RM.id Rakyat Merdeka - Manuver Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilkada Jakarta mendapat kritikan netizen, khususnya barisan pendukung Anies Baswedan.
Pasalnya, pada Juni lalu, partai yang dikomandoi Ahmad Syaikhu ini mendeklarasikan paket pasangan Anies Baswedan-Shohibul Iman (Aman), bukan Ridwan Kamil (RK)-Suswono.
Keputusan PKS mengusung pasangan RK-Suswono diketahui publik, setelah Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengikuti deklarasi RK-Suswono di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (19/8/2024). Dengan bergabungnya PKS, total partai yang mengusung RK-Suswono berjumlah 10 partai.
Baca juga : PKS Tinggalkan PDIP, Demokrat Dan PPP
Ahmad Syaikhu menyatakan, keputusan PKS bergabung dengan partai-partai pengusung RK-Suswono, dilatarbelakangi karena tidak adanya partai yang mau mengusung pasangan Aman. PKS masih membutuhkan empat kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar memenuhi syarat pengusungan pasangan calon di Pilkada.
“Pak Anies sudah berjuang, kami sudah keluarkan Surat Keputusan (SK) sejak 25 Juni 2024 dan mendeklarasikan pengusungan Pak Anies. Namun, proses berjalannya waktu, kami kurang 4 kursi. Kami tidak dapat (dukungan) partai (lain),” ujar Syaikhu kepada awak media di Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2024).
Menurut mantan Wali Kota Bekasi ini, SK pengusungan Anies sudah dicabut, digantikan dengan SK baru yang mengusung RK-Suswono.
Baca juga : Komisi X Telusuri Distribusi 20 Persen Dana Pendidikan
“(Kini) saya mengajak seluruh masyarakat Jakarta bersatu dan bersama-sama mewujudkan visi Jakarta Baru yang lebih maju, bersama Ridwan Kamil dan Suswono,” ajaknya.
Syaikhu juga mengajak semua pihak menjadikan momentum ini sebagai titik awal dari transformasi Jakarta yang akan menjadi kebanggaan nasional, serta memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi setiap warganya.
Peneliti Pusat Riset Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengatakan, keputusan PKS meninggalkan Anies memang mengagetkan. Terlebih, hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebut, dukungan warga Jakarta terhadap Anies mencapai 42,8 persen atau unggul 8 persen jika berhadapan dengan Ridwan Kamil yang mendapatkan 34,9 persen.
Baca juga : APBN Lindungi Daya Beli Dan Stabilitas Ekonomi
“Gagalnya Anies maju di Pilkada Jakarta merupakan pukulan sekaligus menjegal aspirasi dan suara warga Jakarta,” ucapnya.
Menurut Lili, ditinggalkannya seorang petahana saat berada puncak pesta demokrasi, sarat kepentingan politis. Menurut dia, partai yang awalnya mengusung Anies seharusnya tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
“Mestinya apa yang sudah diputuskan partai politik itu diperjuangkan, bukan dipinggirkan,” cetusnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.