BREAKING NEWS
 

Menerka Nasib Ganjar Pranowo

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 7 Oktober 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat ini, Ganjar Pranowo sedang dikucilkan elite-elite PDIP, terutama para pendukung Puan Maharani. Ganjar dianggap sebagai ancaman bagi Puan untuk maju di Pilpres 2024. Apalagi, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu terus melambung dan langganan menjadi jawara di survei-survei.

Sebenarnya, Ganjar sudah berusaha baik-baikin para elite Banteng. Dia juga menunjukkan kesetiaan ke PDIP dengan tidak meladeni NasDem, yang sempat meliriknya sebagai capres. Ganjar juga cuek saat PSI mendeklarasikannya jadi capres. Lalu, beberapa hari lalu, Ganjar mengunggah foto mengacungkan dua jempol di bawah videotron bergambar Puan.

Baca juga : Puluhan Tuan Guru Di Sumut Dukung Ganjar Pranowo

Namun, hal ini tidak membuat elite PDIP lunak. Mereka tetap galak ke Ganjar. Kondisi ini tentu menyulitkan Ganjar. Banyak pihak pun memprediksi, Ganjar hampir pasti tak akan dicalonkan PDIP di Pilpres 2024.

Adsense

Apakah prediksi ini tepat? Kita bisa mengujinya dengan sejarah pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017.

Baca juga : Anies Dicapreskan NasDem, Gerindra DKI Tetap Jagokan Prabowo

Saat 2014, sebagian elite PDIP masih menginginkan Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilpres. Mereka menganggap, itu adalah waktu yang tepat, karena “musuh bebuyutan” Mega, yaitu SBY, sudah lengser. Namun, kondisi di akar rumput berbeda. Mayoritas mendukung Jokowi maju. Survei-survei menunjukkan, elektabilitas Jokowi tidak terbendung. Kondisi ini membuat Mega mengalah. Ketua Umum PDIP itu memilih mencalonkan Jokowi.

Di 2017, mayoritas elite PDIP di Jakarta sangat membenci Ahok. Dengan tegas mereka menyatakan tidak akan mencalonkan Ahok. Mereka menjagokan Djarot Saiful Hidayat untuk cagub DKI. Apalagi, saat itu Ahok juga memilih menjaga jarak dengan partai dan lebih mesra dengan relawan. Namun, sikap Mega lagi-lagi berbeda. Mega memilih menduetkan Ahok dengan Djarot. Semua elite PDIP pun manut.

Baca juga : Menpora-Kapolri Bakal Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Apakah Ganjar akan bernasib seperti Jokowi dan Ahok? Ini masih sulit untuk diprediksi. Pada saat mencapreskan Jokowi, Mega merelakan peluang untuk dirinya sendiri. Mega menghilangkan egonya dan mau melihat kondisi di akar rumput. Sedangkan saat mencalonkan Ahok, Mega mengorbankan peluang Djarot, yang merupakan kader tulen PDIP, demi mengakomodir suara akar rumput. Walau pada akhirnya, di Pilkada itu, Ahok kalah oleh Anies Baswedan.

Untuk 2024, Mega tidak dihadapkan pada hasrat diri sendiri atau kader tulen untuk maju. Mega dihadapkan pada kenyataan bahwa anaknya, Puan Maharani, ingin nyapres. Di sini, bisa saja Mega mengedepankan naluri ibunya, yang lebih mengutamakan anak sendiri. Kalau hal ini yang terjadi, Ganjar tamat. Tapi, bisa juga Mega tetap mendengarkan suara akar rumput dan mengorbankan keinginan Puan dengan mencalonkan Ganjar. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense