Sebelumnya
Parpol apa pun, lihatnya isinya, bukan sampulnya. Lihatlah suaranya atau apa yang disampaikan, bukan melihat siapa yang bersuara.
Karena itu, jangan membabi-buta. Persepsi yang sudah menahun perlu didetox. Jangan menganggap satu partai hitam banget atau putih banget. Anggap semuanya sama: semuanya mementingkan rakyat atau semuanya tidak terlalu peduli terhadap rakyat.
Baca juga : Argentina: Sedih, Bahagia, Syukur
Setelah netral, kembali lagi, kenali calon-calon yang diajukan parpol. Jangan terkecoh. Siapkan sedikit waktu untuk mengecek calon. Misalnya, melalui aplikasi Cek Pemilu 2024 yang baru diluncurkan.
Kenali juga program, ide atau gagasan yang ditawarkan? Apakah menjual ketakutan atau menawarkan sesuatu yang membawa bangsa ini naik kelas dan melompat lebih jauh? Lalu bagaimana track record-nya dalam beberapa kebijakan terkait rakyat. Apakah mereka kanan-kiri oke, atau bagaimana?
Baca juga : "Virus" Ini Bisa Mengganas
Selanjutnya, pilihlah yang sesuai kepentingan atau kebutuhan pribadi serta kepentingan masyarakat banyak. Jangan terpengaruh infulencer. Jangan terpesona popularitas.
Pusing? Bingung? Masih ada waktu untuk menimbang-nimbang dan menilai. Pemilu legislatif digelar 14 Februari 2024. Pilpres 14 Februari 2023. Masih cukup lama.
Baca juga : Bukan Cermin Retak Demokrasi
Selamat menilai, memilih dan memilah. Jangan salah dan terkecoh, karena semuanya berseru “demi kepentingan rakyat”. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.