BREAKING NEWS
 

Kereta, Sekolah Dan Jalan Rusak

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 18 April 2023 07:20 WIB
SUPRATMAN

 Sebelumnya 
Untuk kembali ke meja perundingan, butuh perjuangan keras dan komprehensif. Karena, China sudah sangat berpengalaman dalam urusan “jaminan utang” atau perjanjian kontrak semacam ini.

Di beberapa negara Afrika atau Asia Selatan, China sudah memiliki pola bagaimana memaksa negara pengutang tunduk terhadap mereka.

Baca juga : Kemana Efek Jera Itu…

Yang paling banyak disebut misalnya kasus-kasus di Nigeria, Uganda, Zimbabwe atau Sri Lanka.

Dalam satu dekade ini, China memang sangat aktif memberi pinjaman ke negara berpenghasilan rendah dan menengah. Program ini dikritik karena dinilai menjerumuskan negara peminjam dalam jeratan utang yang pelik.

Baca juga : Mendambakan Satu Wajah KPK

China membantah, tidak ada negara yang terjebak utang. Kabar tersebut, menurut pihak China, hanya propaganda pihak Barat karena khawatir terhadap China yang sekarang menjadi super power baru.

Apa pun itu, Indonesia perlu mendesak China kembali ke meja perundingan. Indonesia harus berjuang keras supaya APBN tidak “tersandera”, tidak menjadi jaminan utang kereta cepat Jakarta-Bandung.

Baca juga : Mahfud-DPR Part II, Drama Atau Konkret?

Karena, masih banyak sekolah yang perlu dibangun, banyak ruas jalan rusak yang harus diperbaiki, banyak fasilitas kesehatan yang perlu disediakan, serta banyak cita-cita anak-anak Indonesia yang harus diperjuangkan. Semua itu tak kalah pentingnya dibanding kereta cepat Jakarta-Bandung.

Semoga berhasil di meja perundingan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense