BREAKING NEWS
 

Terbuka Atau Tertutup

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Rabu, 10 Mei 2023 07:02 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

 Sebelumnya 
Dengan sistem ini, orang pintar dan orang hebat, yang bukan kader murni partai juga berpeluang lolos ke DPR/ DPRD. Asalkan dia punya elektabilitas yang memadai.

Efek sampingnya, sistem ini menimbulkan transaksional di masyarakat. Dalam beberapa kasus, caleg di nomor urut tengah dan bawah, jor-joran melakukan “serangan fajar” agar bisa terpilih. Selain itu, terjadi sikut-sikutan, bahkan konflik di antara caleg di satu partai yang sama agar bisa terpilih.

Baca juga : Gelontorkan Ratusan Juta, BTN Tekan Stunting Di Desa Kolbano NTT

Dengan sistem ini, partai juga tidak punya kuasa penuh, untuk menempatkan orang pintar atau kadernya untuk bisa terpilih menjadi anggota Dewan. Sistem ini juga membuat partai malah melakukan kaderisasi. Mereka lebih memilih mencopot tokoh populer menjadi caleg agar bisa meningkatkan elektabilitas partai.

Untuk sistem proporsional tertutup, unggul dalam pelaksanaan pemilu yang efisien. Dengan sistem ini, surat suara menjadi sederhana. Sebab, hanya ada gambar lambang parpol. Tidak ada lagi nama caleg yang berderet hingga ratusan. Daftar caleg cukup ditempel di papan pengumuman. Sistem ini juga dipercaya bisa menekan money politics dan pertarungan tidak sehat sesama kader partai.

Baca juga : Warna-warni Survei Capres

Minusnya, dengan sistem ini, interaksi antara masyarakat dengan caleg sangat minim. Sebab, dengan sistem ini, para caleg yang ada di nomor urut tengah dan bawah, tidak akan melakukan sosialisasi. Sebab, hal itu akan sia-sia saja. Yang potensial terpilih adalah nomor urut 1, 2, dan 3, yang daftar nya ditentukan oleh partai, yang bisa jadi menurut “serela” pimpinan partai.

Sistem mana yang cocok? Kita tunggu saja putusan MK. Para pihak silakan bertarung di MK, dengan argumen dan landasan filosofis yang kuat, untuk meyakinkan para hakim konstitusi bisa memilih sistem terbaik bagi Indonesia. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense