BREAKING NEWS
 

Lupa dengan Polusi Udara

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Rabu, 10 Juli 2024 00:30 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat kita, juga pemerintah, termasuk golongan yang kagetan dan latahan. Saat terjadi keadaan atau krisis tertentu, semua terlihat kaget. Setelah itu, ramai-ramai melakukan gerakan. Namun, setelah keadaan atau krisis itu agak mereda, semuanya lupa. Salah satunya, mengenai masalah polusi udara.

Di pertengahan 2023 lalu, masyarakat kita sibuk membicarakan masalah polusi udara. Pemicunya, saat itu udara di Jakarta begitu pekat. Kota diselimuti kabut berwarna cokelat. Penuh polutan, dari mulai debu, asap, sampai partikel-partikel kecil yang berbahaya. Napas pun terasa sesak.

Pemerintah pun amat sibut. Berbagai gerakan dan program dilakukan. Mulai dari penanaman pohon, pembatasan kendaraan bermotor, penyemprotan air dari atas gedung, sampai pembuatan hujan buatan. Penggunaan kendaraan listrik digalakkan untuk menggantikan kendaraan berbagai bakar fosil.

Baca juga : Menjaga Moral Komisioner KPU

Diskusi mengenai polusi udara ini juga begitu intens. Baik yang dilakukan kalangan akademisi, praktisi, politisi, maupun para warganet. Saat itu, hampir semua orang begitu peduli dengan kondisi udara. Yang kurang paham pun menjadi mahir dalam berbicara mengenai pencegan polusi.

Adsense

Namun, seiring berjalannya waktu, hampir semua orang lupa dengan polusi tersebut. Kini, hanya tinggal pihak-pihak yang concern dengan masalah lingkungan yang berbicara masalah itu. Alhasil, gerakan untuk menjaga udara tetap bersih nyaring hilang. Kendaraan bermotor kini memadati jalanan ibu kota lagi, dengan polusinya tentu yang sangat banyak. Pohon-pohon juga banyak ditebangi.

Padahal, kondisi udara saat ini tidak baik-baik amat. Memang, kondisinya tidak sepekat dibanding pertengahan 2023 lalu. Namun, bukan berarti udara kita saat ini sehat. Selasa (9/7/2024) pagi, berdasarkan pantauan IQAir, kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat. Jakarta menduduki posisi ke-4 sebagai kota dengan udara terburuk dunia.

Baca juga : Pertarungan Politik Tak Kenal Berhenti

Kualitas udara kategori ini dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif. Kondisi udara ini bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan. Kondisi ini jelas harus segera diatasi. Apalagi, berdasarkan banyak penelitian, polusi udara bukan sekadar mengganggu kesehatan, tapi juga bisa mempercepat kematian.

Salah satu cara yang ampuh mengatasi polusi udara ini adalah membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini sudah terbukti saat pandemi melanda. Saat itu, udara di Jakarta dan sekitarnya lebih segar. Langit biru terlihat dengan jelas.

Dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran kepedulian semua pihak. Jangan hanya sadar saat udara terasa sesak saja. Langkah untuk menjaga udara bersih harus dilakukan terus-menerus. Kendor sedikit saya, kondisi udara kita bisa masuk kategori bahaya lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense