BREAKING NEWS
 

Tidak Hanya Berburu Rekomendasi

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 1 Agustus 2024 05:56 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Para politisi tengah sibuk berburu rekomendasi parpol untuk mendapatkan tiket Pilkada serentak November 2024.

Isu paling penting di ratusan daerah yang menggelar pilkada yakni “siapa yang mendapatkan rekomendasi dari parpol”. Ada yang gembira, ada yang sedih.

Kalau fokusnya hanya kepada “siapa” bukan “apa” ide dan programnya, maka daerah-daerah tersebut berpotensi hanya mendapatkan tokoh yang popularitasnya tinggi dan punya uang. Bukan yang integritas, gagasan serta programnya berkualitas. Itu sangat berisiko.

Politisi yang mengejar rekomendasi parpol tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, sebanyak 40 penjabat (pj) kepala daerah sudah mengajukan pengunduran diri karena mau maju dalam Pilkada 2024. 

Baca juga : “Paceklik”, Tapi Bisa Untung

Para penjabat ini adalah birokrasi yang “ditugaskan” ke daerah. Dan ternyata, setelah duduk di kursi kepala daerah, muncul hasrat untuk menjadi kepala daerah “beneran” yang resmi dipilih rakyat.

Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 sebanyak 545 daerah. Ada 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

Dari nama-nama bakal calon yang beredar sekarang, semuanya belum pasti. Sama seperti Pilpres, nama-nama calon kepala daerah biasanya akan dipastikan menjelang pendaftaran. Bahkan di saat injury time.

Adsense

Untuk pilkada Jakarta misalnya, Anies Baswedan yang oleh Nasdem jauh-jauh hari sudah direkomendasikan sebagai Cagub, bisa saja dimentahkan kembali. Itu kata Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni. 

Baca juga : Anak Judol Dan Cuci Darah

“Kuncinya, kalau sudah didaftarkan ke KPU. Kalau baru rekomendasi, itu belum,” kata Sahroni yang juga sempat disebut-sebut sebagai cagubnya Nasdem.

PKB juga demikian. Disebut-sebut bakal mengusung Anies, sekarang malah muncul ide menduetkan Ahok (PDIP) dengan Ida Fauziah (PKB).

Atau, bisa juga, nama-nama ini dimunculkan sebagai bargaining untuk posisi wakil gubernur. Sekalian untuk mengerem laju keinginan PKS yang mengajukan Sohibul Iman sebagai cawagubnya Anies.

Semua masih dinamis sampai pendaftaran, akhir Agutus 2024. Bahkan, bisa juga terwujud rekonsiliasi Anies-Ahok atau tokoh PKS dengan Jusuf Hamka (Golkar) serta banyak simulasi duet lainnya. 

Baca juga : KPK Yang “Bagus” Dan “Bahaya”

Dan jangan lupakan, Koalisi Indonesi Maju yang belum mengajukan calon, bisa saja melahirkan kejutan di luar perkiraan sehingga bisa mengubah tatanan pencalonan.

Di tengah ramainya perburuan rekomendasi parpol, satu yang pasti: jangan lupakan rakyat. Jangan terlalu asyik dengan politik elektoral sehingga mengabaikan persoalan rakyat.

Naiknya harga pangan, badai PHK, terutama di industri tekstil, serta pengangguran yang masih tinggi, hanya menyebut beberapa persoalan rakyat yang butuh perhatian serius.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense