Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Nama-nama calon pimpinan KPK yang lulus seleksi administrasi, mengundang beragam reaksi. Ada yang mengatakan “bagus”. Ada pula yang menyambutnya dengan kekhawatiran sambil berucap “bahaya ini, kalau lolos, gawat!”.
Nama-nama tersebut diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK periode 2024-2029, Rabu (24/7), kemarin. Jumlahnya, 236 orang untuk calon pimpinan KPK dan 146 orang untuk calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Ini baru tahap awal. Untuk mendapatkan 10 nama yang akan diserahkan ke Presiden, masih cukup lama. Babak finalnya di DPR yang akan memilih masing-masing lima nama pimpinan KPK dan Dewas.
Menelusuri nama-nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi administrasi, ada nama-nama tenar dan tampak sangat berpotensi. Namun, itu bukan jaminan kesuksesan memimpin KPK.
Baca juga : Biden Dan Indonesia
Kita tahu, misalnya KPK pernah memunculkan nama-nama yang kurang popular dan underrated, namun akhirnya dinilai cukup berhasil.
Kali ini, kita berharap akan terpilih lima nama yang ideal. Pilihan ideal ini bisa menjadi “deterjen” yang bisa membersihkan nama KPK. Juga bisa menjadi obat kuat bagi KPK (pimpinan maupun Dewas-nya) yang sekarang dianggap lemah tak bergigi.
Mulai dari penjaga Rutan KPK sampai pimpinan KPK yang tersangkut kasus korupsi, menjadi badai dahyat yang sangat merugikan lembaga anti korupsi itu.
Dengan memilih dan memasang nama-nama yang dinilai memiliki integritas, profesional dan berani, citra KPK bisa kembali naik. Kinerjanya juga diharapkan bisa naik.
Baca juga : Meracik Obat Pilkada
Selain pilihan ideal, tentu ada juga pilihan lain, yakni yang berbasis kekhawatiran. Pilihan ini datang dari pihak-pihak yang merasa berpotensi terancam oleh KPK.
Kekhawatiran itu misalnya, pimpinan KPK akan menjadi “liar”, tanpa kompromi dan tak bisa dikendalikan. Namun, KPK yang sekarang sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN), bukanlah KPK yang dulu.
Kendati demikian, memilih pimpinan KPK yang ideal, profesional dan berani, bisa menetralisir “kelemahan” itu.
Di ujung semua itu, tentu ada pilihan politik. Sangat mungkin, ini menjadi pilihan kompromis. Misalnya mempertimbangkan antara yang berlabel “bagus” dan berlabel “bahaya”. Antara yang keras dan yang lembut.
Baca juga : Butuh Pansel “Mata Air”
Pilihan ini ada di tangan DPR. Wakil rakyatlah yang akan menjadi penentu akhir lima orang yang akan menjadi pimpinan KPK 2024-2029.
Harapan kita, pimpinan KPK yang nantinya terpilih adalah mereka yang bisa “menggendong” dan bisa mendongkrak citra serta kinerja KPK. Bukan yang menjadi beban KPK. Bukan yang “tersandera” sehingga mudah dikendalikan.
Apa pun kondisinya, kita masih berharap kepada KPK. Karena, korupsi di negeri ini sudah menjalar dan sangat memprihatinkan.
Presiden terpilih Prabowo Subianto yang sangat memprihatinkan kebocoran anggaran, tentu mengharapkan KPK yang kuat dan berani, KPK yang bisa menyelamatkan anggaran negara. Menyelamatkan uang rakyat. Bukan KPK yang justru bocor dari dalam, yang kemudian membuat pihak-pihak tertentu berseru: bubarkan KPK!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.