RM.id Rakyat Merdeka - Kabar bakal merapatnya PKB, NasDem, dan PKS ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) memunculkan isu Pilkada Jakarta bakal diwarnai fenomena kotak kosong. Argumentasinya, jika benar PKB, NasDem, dan PKS merapat ke KIM, Anies Baswedan bisa kehilangan tiket. Dengan begitu, Ridwan Kamil alias Kang Emil, yang akan diusung KIM, melenggang sendirian, sehingga harus melawan kotak kosong di Pilkada Jakarta.
Banyak kritikus, pakar, sampai politisi waswas dengan hal itu. Bahkan, ada yang sampai me-warning, jika hal itu terjadi, demokrasi mengalami kemunduran. Rakyat juga sudah ada yang bersuara. Sebagian menyayangkan, sebagian lagi menganggap Pilkada tidak lagi seru. Kalau sampai terjadi kotak kosong, mengapa ke depan kepala daerah tidak ditunjuk saja langsung oleh Pemerintah.
Baca juga : Menumpas Teroris Papua
Namun, kekhawatiran ini perlu kita rem dulu. Sebab, andai kata PKB, NasDem, dan PKS benar-benar merapat, demokrasi di Jakarta masih bisa diselamatkan oleh calon independen. Sejak jauh-jauh hari, sudah ada sepasang calon independen yang mendaftarkan diri sebagai Cagub-Cawagub Jakarta. Mereka adalah Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto.
KPU Jakarta menyatakan, Dharma-Kun sudah memenuhi verifikasi administrasi. Dharma-Kun menyerahkan 933.040 dukungan dari warga Jakarta ke KPU. Sebanyak 826.766 dukungan memenuhi syarat, dari ketentuan minimal 618.968. Saat ini, Dharma-Kun tinggal melalui verifikasi faktual, yang mulai dilaksanakan 19 Agustus ini. Dalam verifikasi ini, KPU akan mendatangi warga yang menyatakan mendukung Dharma-Kun, untuk memastikan kebenarannya.
Baca juga : Menyingkirkan “Anak Macan” dalam Pilkada
Melihat jumlah bukti KTP yang diajukan, Dharma-Kun punya potensi besar untuk lolos sebagai Cagub-Cawagub Jakarta dari jalur independen. Atau mungkin juga “diloloskan”. Dengan munculnya Dharma-Kun, kekhawatiran kotak kosong pun menjadi sedikit tereliminir.
Dengan adanya Dharma-Kun ini, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yakin, peluang Pilgub Jakarta diwarnai kotak kosong, kecil. Sebagai pihak yang berminat maju di Pilgub Jakarta, Kaesang juga menganggap, pelung Anies untuk maju juga masih sangat besar. Apalagi, pendaftaran baru dilakukan pada 27 Agustus.
Baca juga : Membatasi BBM atau Naikkan Harga
Andaipun nanti benar-benar terjadi Pilkada dengan kotak kosong, demokrasi belum mati. Warga tetap punya pilihan, memilih calon yang ada atau memilih kotak kosong. Kotak kosong pun pernah berjaya dan menang. Contohnya, di Pilwalkot Makassar 2018. Jika kotak kosong menang, Pilkada akan diulang dari awal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.