RM.id Rakyat Merdeka - Dua puluh empat hari lagi pemerintahan akan berganti. Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin akan lengser, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran akan naik menggantikannya. Bagaimana kita melihat ke belakang dan memandang ke depan?
Ke belakang, seluruh proses yang dijalani bangsa ini sepuluh tahun terakhir, baik atau buruk, akan segera menjadi catatan sejarah.
Pembangunan infrastruktur yang masif, gotong royong menghadapi Covid-19, pembangunan berbasis indone siasentris, pemberantasan korupsi, penyelenggaraan pemilu, penegakan hukum, demokratisasi, etika dan budaya politik, lingkungan hidup, pengelolaan utang, impor, dan sebagainya, akan menjadi jejak sejarah.
Dalam konteks itulah, kita berharap, pemerintahan mendatang bisa belajar dari jejak-jejaktersebut.Pemerintah baru yang dijalankan dengan sangat cermat, amanah, good governance, serta benar-benar anti KKN, korupsi,kolusi, nepotisme. Pemerintah yang benar-benar berjuang untuk rakyat.Bukan untuk pribadi atau sekelompok orang.
Baca juga : Menunggu Menteri Terbaik
Kenapa ini perlu kita ingatkan? Karena, biasanya, pemerintahan baru akan mengalami bulan madu selama beberapa bulan.
Misalnya, ada menteri yang sangat aktif, kebijakannya menggebrak, sangat populis dan benar benar bekerja demi rakyat, bangsa dan negara. Janji-janji serta tekad yang luar biasa kerap dilambungkan.
Setelah itu, ada potensi sedikit kendor. Mulai ada yang agak-agak kontroversi. Sedikit keluar jalur. Serta ada “penyesuaian-penyesuaian”.
Kalau ini tidak segera diluruskan, maka akan terjadi banalitas, seolaholah menjadi wajar dan biasa. Apalagi kalau kontrolnya minim, longgar dan permissive, bisa melahirkan kondisi yang baik-baik saja, tapi semu.
Baca juga : “Titipan” Yang Butuh Keseriusan
Kalau ini terus berlanjut, disadari atau tidak, di ujungnya nanti, maka sejarah akan mencatat baik atau buruk tersebut.
Dalam raut wajah seperti itulah, pemerintahan serta pemimpinnya akan dikenang. Oleh rakyat, oleh dunia dan oleh sejarah.
Itulah mengapa pemerintahan Prabowo-Gibran perlu memiliki tekad good governance yang kuat serta menjaga performa integritasnya secara konsisten. Dari pusat sampai daerah. Di semua lembaga dan lapisan, tanpa kecuali. Selama lima tahun.
Karena itu hadirnya pemerintah baru bukan sekadar ganti sopir. Mobilnya juga harus baru dengan memastikan performa terbaik. Seluruh lembaga, aparatur negara, di segala lapisan, pusat dan daerah, perlu memiliki spirit yang kuat, segar dan “nendang”. Di sinilah perlunya keteladanan dari atas, dari para pemimpin.
Baca juga : Parpol Jangan Mudah Rapuh
Dengan perspektif itulah, bangsa ini bisa terus maju, melakukan quantum leap dengan cara yang baik dan benar. Tidak memutar balik atau mundur jauh ke belakang.
Kita berharap, ke depan, bangsa ini bisa menciptakan harmoni untuk kebaikan, kebersamaan yang positif, bergotong royong untuk rakyat, serta menjunjung tinggi etika berpolitik dan bernegara.
Dengan semangat seperti itu, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada 2045 bisa segera terwujud. Semoga. Kita tunggu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.