Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika ada orang Jepang atau Belanda yang membela dan mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia, apakah kita tolak dan mempertanyakannya?
Tentu tidak. Nama-nama seperti Eduard Douwes Dekker (Multatuli) atau Laksamana Muda Tadashi Maeda, hanya menyebut beberapa orang Belanda dan Jepang yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Walau tidak sama persis, dalam konteks itulah, antara lain, kita melihat program naturalisasi pemain keturunan di tubuh Timnas sepakbola Indonesia.
Baca juga : Bukan Menteri Grade B atau C
Para pesepakbola yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia, dari orangtuanya maupun kakek-neneknya tersebut, berhasil menaikkan level sepakbola Indonesia.
Di bawah PSSI, bersama para pemain terbaik non naturalisasi, Jay Idzes Cs sudah menghadirkan setitik kebahagiaan di tengah berbagai macam persoalan yang dihadapi bangsa ini.
Itu menjadi katarsis yang baik. Kata Perdana Menteri China Zhu Rongji, “tak penting kucing hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus”.
Baca juga : Bukan Menteri “Coba-coba”
Saat ini, negara-negara lain tak lagi menganggap enteng Timnas Indonesia. Marwah bangsa terangkat. Para fans sepakbola negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand mengakui, “Indonesia bukan lagi level kita”.
Piala Dunia yang selama ini hanya menjadi mimpi, sekarang sudah berani kita rajut serius. Timnas Indonesia sudah berada di ronde ketiga, pintu paling dekat menuju Piala Dunia 2026.
Naturalisasi bukanlah barang baru. Ini legal. FIFA membolehkannya. Jepang yang sekarang sudah menjadi raja sepakbola Asia, merintis kemajuan sepakbolanya, juga lewat naturalisasi pemain di era 90-an.
Baca juga : Gadai Surat Dan 919 Triliun
Namun perlu digarisbawah, naturalisasi merupakan program instan. Hanya sementara, untuk menumbuhkan benih kegairahan, menaikkan standar serta boster motivasi, untuk kemudian menjadi lokomotif kemajuan persepakbolaan Indonesia secara umum.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.