BREAKING NEWS
 

Tantangan Pelawak Dan Politisi 

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 3 Oktober 2024 05:35 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagaimana wajah DPR 2024-2029? Lebih baik, lebih buruk, atau sama saja dengan periode sebelumnya?

Jawaban ini perlu dijawab dan dibuktikan oleh 580 anggota DPR yang baru dilantik 1 Oktober 2024 lalu. Karena itu, dibutuh stamina politik yang prima dan sehat selama lima tahun ke depan. Untuk rakyat. Bukan untuk kepentingan yang lain.

Pembuktian ini, juga untuk menjawab berbagai lembaga survei yang kerap menempatkan DPR sebagai lembaga negara yang paling tidak dipercayai rakyat.

Ini aneh. Karena, mereka adalah wakil rakyat. Dipilih oleh rakyat. Tapi kenapa setelah duduk di kursi legislatif justru tidak dipercaya oleh rakyat?

Salah satunya, karena masih ada “sistem” yang menempatkan anggota DPR sebagai wakil partai politik.

Baca juga : Syarat Jadi Menteri

Anggota DPR Bambang Pacul pernah secara terang-terangan mengakui bahwa anggota DPR tak memiliki kewenangan memutuskan RUU strategis. Keputusannya ada di tangan “Bos” atau ketua umum parpol masing-masing.

Saat itu, April 2023, Bambang menjawab permintaan Menko Polhukam Mahfud Md supaya DPR mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset hasil Tindak Pidana yang “mangkrak” cukup lama. 

Wajah DPR lima tahun ke depan, sepertinya masih akan diwarnai oleh besarnya kekuasaan para pimpinan parpol. Delapan ketua umum parpol tampaknya masih akan sangat dominan mengatur irama DPR.

Dengan demikian, para wakil rakyat perlu bekerja lebih keras karena hampir semua parpol menjadi mitra pemerintah. Kalau PDIP akhirnya ikut bergabung juga, maka tidak ada partai penyeimbang yang berada di luar.

Adsense

Ini tantangan berat. Para wakil rakyat harus bisa mengayuh di antara karang-karang tajam. Harus bisa memilah dan memilih mana yang kebijakan yang “aman” dan mana yang “sensitif”.

Baca juga : Bukan Sekadar Ganti “Sopir”

Kondisi dominan seperti ini, dikhawatirkan bisa mempengaruhi berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat.

Selain itu, komposisi anggota DPR berusia muda yang jumlahnya lebih sedikit dibanding yang senior, juga menjadi tantangan tersendiri.

Anggota DPR berusia 17-35 tahun, hanya berjumlah sepuluh persen. Komposisi ini berbanding terbalik dengan banyaknya pemilih muda pada Pemilu 2024 yang mencapai 52 persen. 

Ini tantangan juga. Karena, sekarang Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi, dimana proporsi kelompok usia kerja lebih banyak dibanding usia non usia kerja. 

Kondisi ini tentu saja membutuhkan kebijakan yang matang dan tepat sasaran serta berpihak kepada kelompok muda. Anggota DPR yang didominasi kelompok senior perlu memahami tantangan dan peluang bonus demografi tersebut.

Baca juga : Menunggu Menteri Terbaik

Anggota DPR petahana yang terpilih kembali (jumlahnya lebih dari 50 persen), juga perlu beradaptasi dengan kondisi dan tantangan mutakhir.

Selain bonus demografi tadi, kondisi geopolitik yang tidak stabil, seperti konflik di Timur Tengah yang kian membara, juga perlu menjadi perhatian serius dalam melahirkan berbagai kebijakan atau UU.

Banyaknya wakil rakyat yang berasal dari selebritas entertainment, termasuk pelawak, juga akan memberi warna tersendiri di Senayan.

Kita berharap, jangan sampai para pelawak justru menjadi politisi yang serius, sementara politisi “murni” justru menjadi pelawak yang serius.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense