Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Wajah KPK akan mulai tergambar. Hari ini, 20 calon pimpinan dan calon anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjalani tes wawancara dan kesehatan.
Beberapa nama calon yang masih bertahan, ada yang menjanjikan, ada pula yang “biasa-biasa” saja. Nasib mereka ada di tangan panelis yang akan mewawancarai peserta seleksi. Namun, nasib sesungguhnya ada di tangan DPR dan pemerintah.
Kendati demikian, tes wawancara tetap menjadi acuan penting untuk memprediksi masa depan KPK: apakah akan biasa-biasa saja atau bisa lebih garang.
Untuk capim KPK, panelisnya Taufiequrachman Ruki dan Danang Trisasongko. Ruki merupakan Ketua KPK 2003-2007. Sedangkan Dadang pernah menjadi Ketua Dewan Etik Indonesia Corruption Watch (ICW).
Baca juga : Heboh Timnas Naturalisasi
Pewawancara calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK, juga dua orang, yakni Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode M Syarif dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Ningrum Natasya Sirait.
Kita berharap, siapa pun yang akan menjadi pimpinan KPK, bisa kembali menguatkan dan mengangkat marwah lembaga yang pernah berjaya itu. Misalnya, mampu dan mau serta konsisten menangani kasus-kasus besar. Bukan hanya kasus-kasus kelas teri.
Kita juga berharap, pemerintahan Prabowo-Gibran bisa menjadikan KPK sebagai lembaga yang kuat dan ditakuti. Bukan sebagai alat politik. Bukan pula menjadi lembaga yang tebang pilih kasus.
Selain itu, Indonesia yang sudah berstatus “darurat korupsi” juga butuh Undang-Undang Perampasan Aset. Saat ini, Rancangan UU tersebut masih mangkrak. Jalan sangat lambat sejak pertama kali disusun pada 2008.
Baca juga : Bukan Menteri Grade B atau C
Selain KPK, arah pemberantasan korupsi juga bisa tergambar dari anggota kabinet yang dipilih. Integritas para menteri menjadi sangat penting.
Para pimpinan lembaga penegak hu kum pilihan Presiden Prabowo, juga sangat penting untuk menebak kemana arah pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kita tahu, hampir semua lembaga di negeri ini sudah tercemar korupsi. Termasuk para pimpinannya. Bahkan, ironisnya, di KPK, mulai dari penjaga Rutan sampai ketua KPK, terseret kasus korupsi.
Presiden terpilih Prabowo dalam beberapa kesempatan bertekad akan memberantas korupsi di Indonesia. Bahkan, dia berjanji, akan mengejar para koruptor sampai kemana pun.
Baca juga : Bukan Menteri “Coba-coba”
“Kalaupun dia (koruptor) lari ke Antartika, aku kirim pasukan khusus untuk nyari mereka di Antartika,” tegas Prabowo.
Paling tidak, tekad dan janji tersebut akan tergambar di hari pertama saat Prabowo-Gibran dilantik. Atau, sampai seratus hari pertama.
Menarik ditunggu kemana arah pemberantasan korupsi di Indonesia beberapa tahun ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.