RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan, 280 Proyek Strategi Nasional (PSN) perlu dievaluasi. Presiden bahkan ingin terjun langsung menyisir proyek-proyek yang diberikan banyak kemudahan tersebut.
Terkait hal ini, kita teringat nasihat bijak suku Indian, Dakota: ketika anda menyadari bahwa kuda yang anda tunggangi sudah mati, turunlah. Segera cari kuda lain.
Baca juga : Hati-hati “Kuda Mati”
Sayangnya, dalam kasus-kasus tertentu, entah karena ego, investasi yang terlampau besar, dianggap “sudah telanjur” atau ada kepentingan lain, tidak sedikit program yang dipertahankan walau pun “kuda itu sudah mati”.
Pada November 1999, Majalah Guardian menulis tentang “teori kuda mati”. Tulisan tersebut seperti pengantar memasuki milenium baru. Sudah berusia seperempat abad, namun tulisan ini masih relevan untuk konteks sekarang.
Baca juga : Menanti “Blusukan Kebijakan”
Guardian menulis, seringkali ada yang ingin menghidupkan kuda mati dengan berbagai macam strategi. Misalnya, membeli cambuk yang lebih kuat, mengganti penunggangnya, atau membentuk tim peneliti untuk mempelajari kuda yang sudah terkapar tersebut.
Tidak cukup dengan itu. Strategi lain juga dilakukan. Misalnya: melakukan studi banding untuk mempelajari bagaimana negara lain menunggang kuda mati. Atau, melakukan klasifikasi bahwa kuda tersebut “masih hidup, cuma sedikit cacat”.
Baca juga : Gaduh, Tertibkan Kembali Barisan
Cara lain juga ditempuh, misalnya, mengganti dan mempekerjakan lembaga perkudaan yang dianggap ahli menangani kuda mati. Atau, mengikat dan menyatukan kuda-kuda mati tersebut disertai harapan akan bisa meningkatkan speed.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.