RM.id Rakyat Merdeka - Segala hambatan investasi di Indonesia, harus segera dihilangkan. Dari bawah sampai ke atas. Besar atau kecil. Kalau tidak, pertumbuhan ekonomi delapan persen hanya sekadar menjadi cita-cita.
Hambatan investasi di Indonesia bu kanlah isu baru. Sudah sangat lama. Istilah seperti uang kopi, uang dengar, uang rokok dan sejenisnya, sampai hambatan birokrasi yang berbelit-belit, kecil maupun besar, sudah bukan rahasia lagi. Sudah “terbiasa”. Seolah menjadi “budaya”.
Investor asing sudah tahu “budaya” tersebut. Pada 4 Mei 2025 misalnya, media asing, South China Morning Post menurunkan artikel berjudul “Indonesia’s EV Revolution Held Hostage by “Preman” Gangster Problem”.
Di lead berita tersebut ditulis, “mulai dari BYD asal Tiongkok hingga VinFast asal Vietnam, investor kendaraan listrik asing di Indonesia dilaporkan menghadapi gangguan dari penegak hukum lokal yang misterius”.
Baca juga : Segera Bahas RUU Pemilu!
Ini problem. Apalagi sudah sampai ke telinga investor serta media asing. Akar masalahnya banyak. Tapi tetap ha rus dihadapi dan dipecahkan. Kalau terus dibiarkan, akan membesar dan kemudian sulit dikendalikan. Entah sampai kapan.
Karena itu, kita mendukung langkah serta tekad pemerintah yang akan menindak tegas organisasi, lembaga atau siapa pun yang akan mengganggu investasi.
Menuntaskan akar masalahnya, terutama menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat serta pemerataan pembangunan juga sangat penting.
Konsistensi, ketegasan, serta stamina untuk menuntaskan problem yang menghambat investasi, sangat penting dan mendasar. Ini menyangkut trust, kepercayaan publik dan investor asing yang nilainya sangat mahal dan sudah lama diidamkan negeri ini.
Baca juga : Rampas Aset, Saingi China
Kepercayaan harus bisa ditumbuhkan dan dipulihkan, sekuat tenaga. Jangan justru kian dihancurkan. PR besar ini perlu menjadi prioritas utama pemerintah.
Kita tidak ingin para investor yang sudah menginjakkan satu kakinya di Indonesia tiba-tiba berbalik dan angkat kaki, kabur, karena banyaknya hambatan-hambatan sepele yang sebenarnya bisa diatasi.
Kita juga berharap tidak ada lagi kasus-kasus “pagar makan tanaman” seperti penegak hukum yang justru memperjualbelikan hukum. Karena kepastian hukum menjadi salah satu perhatian penting para investor.
Kepastian serta penegakan hukum yang baik dan adil, disertai keteladanan dari para pemimpin dan pejabat, juga tak kalah penting dan strategisnya.
Baca juga : Menunggu Aksi “Game Changer”
Satunya kata dan perbuatan, taat terhadap aturan main, serta para pemimpin yang menomorsatukan rakyat, sungguh sangat dibutuhkan saat ini.
Berilah teladan yang baik kepada rakyat, supaya kepercayaan tidak terus terkikis atau bahkan hilang. Karena kita tahu, kalau “guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari”.
Semoga para pemimpin bisa memberikan contoh serta teladan yang baik, supaya “murid tidak kencing berlari atau sembarangan mengencingi siapa saja”. Termasuk mereka yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.