Sebelumnya
Pemberantasan korupsi juga demikian. Ada kenaikan, tapi perlu dioptimalkan. Misalnya, masih ada beberapa kasus yang awalnya sangat heboh, tapi tiba-tiba mengendur. Ini tantangan.
Tantangan lainnya yakni mengubah akselerasi ini menjadi sebuah sistem baku. Sistem pencegahan dan pemberantasan yang bisa berjalan otomatis dalam waktu yang lama. Kapan pun. Siapa pun penguasanya.
Baca juga : Panggung Uang, Puji & Warning
Bahwa membongkar kasus per kasus, termasuk kasus-kasus besar, sangat bagus, iya. Itu penting. Tapi sistemnya juga harus jalan, dikuatkan dan diorkestrasi. Karena, korupsi yang sudah berurat berakar seperti menjadi sistem di banyak sektor dan lembaga. Politik, ekonomi maupun hukum.
Presiden Prabowo juga menghadapi tantangan politik yakni intervensi, lobi-lobi serta “hitung-hitungan” politik yang kerap menghambat laju penuntasan dan pemberantasan korupsi.
Baca juga : Perang Sampai Ke Dapur
Selain itu, upaya pelemahan juga berpotensi terjadi dalam beragam bentuk dan skala. KPK pernah mengalaminya.
Kalau tantangan-tantangan itu sudah bisa diatasi, kita akan merasakan bahwa laju mesin dan persneling pemberantasan ini sudah berpindah ke gigi empat. Menaik. Tinggal digaspol. Tanpapandangbulu.
Baca juga : Menghindari “National Fatigue”
Pertanyaannya: apakah perpindahan ke gigi empat ini akan segera tercapai, melambat, menurun, atau akan bertahan di gigi tiga? Kita berharap, digaspol. Kita tunggu.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 22 Juni 2025 dengan judul "Naik Ke Gigi Empat?"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.