BREAKING NEWS
 

Mengikis Serakahnomics

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Selasa, 19 Agustus 2025 06:25 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam sebulan ini, Presiden Prabowo sudah tiga kali menyebutnya. Pertama, di acara peluncuran Kopdes Merah Putih. Kedua, di panggung HUT PKB. Dan puncaknya, di Sidang MPR, di podium tertinggi republik ini. Namanya: Serakahnomics.

Ini bukan teori ekonomi dari Universitas terkemuka dunia. Ini khas Indonesia. Gabungan antara sifat serakah dan economics.

Sudah berlangsung sangat lama, “sistem” ini dikendalikan oleh praktik-praktik rakus yang tidak peduli rakyat. Presiden menyebutnya “vampir ekonomi penghisap darah rakyat”. Pantas kalau Presiden sangat geram.

Yang dikhawatirkan bukan hanya kerakusan secara individual, melainkan kerakusan yang “dilembagakan”. Kerakusan yang disadari atau tidak, dibungkus oleh aturan dan kebijakan. Modus dan akal-akalannya juga banyak.

Baca juga : Hilangnya Keterkejutan

Sekarang, Presiden Prabowo ingin membereskan itu semua. Presiden juga sudah tahu siapa orang-orang yang “bermain”. Presiden sudah memberi warning. Ini semacam “titah”.

Sekarang tinggal implementasinya. Praktiknya di lapangan. Sehingga, tekad Presiden bisa berjalan lancar dan efektif. Tanpa gangguan.

Tentu saja butuh keseriusan supaya perlawanan terhadap serakahnomics ini bisa efektif. Jangan setengah hati. Bukan hanya sikap reaktif atau panas-panas tai ayam. Perlu konsistensi dan kesinambungan.

Adsense

Semua sudah tahu bahwa serakahnomics tumbuh dalam iklim penegakan hukum yang lemah dan tidak sehat. Dalam politik uang. Dalam budaya yang permisif.

Baca juga : Pandito Dan Anak Muda

Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar tindakan. Tapi terwujudnya sistem yang tegas dan berkelanjutan. Dalam satu komando dan derap langkah yang selaras­seirama.

Di sinilah perlunya keteladanan, keberanian, sikap tanpa kompromi, serta memastikan bahwa lembaga hukum dan pimpinannya memiliki integritas yang baik.

Presiden Prabowo yang hampir memasuki setahun masa pemerintahannya perlu bekerja ekstra keras. Karena, dua tahun lagi pintu tahun politik akan mulai dibuka. Sebagian elite politik, termasuk para menteri, fokusnya akan terbagi. Memikirkan partai dan pemilu serta lembaga yang dipimpinnya.

Karena itu, semua upaya untuk melawan serakahnomics perlu diakselerasi. Digaspol. Dari sekarang. Jangan telat. Karena, bangsa ini terus berkejaran dengan waktu.

Baca juga : Gaspol Atau Injak Rem?

Kita tidak ingin, sisi negatif serakahnomics yang sudah dipetakan dengan sangat baik oleh Presiden Prabowo, kehilangan momen. Layu sebelum berkembang. Atau, “masuk angin” ketika diterapkan di lapangan.

Kita berharap segera ada gebrakan serta kebijakan tegas dan sistematis yang bisa mengikis serakahnomics. Ada gebrakan lintas lembaga yang dikoordinir dengan baik.

Kasus-­kasus besar yang sudah terkuak, akan menjadi salah satu ujiannya: bangsa ini akan melangkah maju atau mun d ur. Serakahnomics akan terkikis atau justru tumbuh subur. Menarik ditunggu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense