Dark/Light Mode

Kopi Keadilan

Kamis, 24 Juli 2025 05:48 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Hotman Paris mengingatkan anggota DPR bahwa suatu saat para pejabat tersebut akan pensiun. Karena itu, selagi masih berkuasa, berbuatlah yang terbaik untuk rakyat. Termasuk ketika membahas dan memutuskan RUU KUHP.

“Jangan lupa, yang datang ke Kopi Johny itu dulu-dulunya berkuasa lho Pak. Ada yang tentara, ada yang Komisi III, ada yang DPR,” kata Hotman yang memberikan masukan mengenai RUU KUHP di depan Komisi III DPR.

Hotman melanjutkan, “ada waktunya bapak-bapak akhirnya pensiun. Pada saat itulah Anda tidak punya power. Pada saat itulah anak cucu saudara datang ke Kopi Johny mengemis-ngemis minta keadilan,” ujar Hotman mengingatkan.

Kopi Johny adalah kedai kopi di Kelapa Gading, Jakarta. Kedai ini popular karena menjadi tempat favorit Hotman Paris. Bukan sekadar untuk ngopi-ngopi tapi juga tempat untuk memberikan konsultasi hukum gratis kepada rakyat.

Baca juga : Ramuan Anti Vampir

Kalau ada mantan anggota DPR yang mencari keadilan di Kopi Johny, ini ironis. Karena, Komisi III DPR adalah lembaga yang mengawasi dan mengurusi penegakan hukum. Menjadi mitra banyak lembaga hukum.

Kalau rakyat kecil yang mengadu ke Kopi Johny-nya Hotman, itu wajar Karena, hukum kita kerap kali sulit dijangkau rakyat kecil. Tapi, kalau mantan anggota DPR, ini menyedihkan.

Dari sini bisa tercium aroma krisis kepercayaan. Rakyat lebih percaya kepada lembaga swasta dan “figur” dibanding sistem atau lembaga hukum yang resmi. Rakyat lebih terpesona oleh “orangnya” bukan aturan main atau sistemnya. Ini problem serius.

Bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar figur atau tokoh. Bangsa ini butuh sistem hukum yang kuat, independen, kredibel serta berkeadilan. Tanpa pandang bulu.

Baca juga : Belajar Dari Panggung Hiburan

Ketika mantan pejabat mencari keadilan di “jalanan”, sungguh sangat disayangkan. Keadilan mestinya hadir di pengadilan yang berintegritas dan dipercaya. Ditegakkan tanpa tebang pilih.

Bangsa ini, termasuk di bidang hukum dan peradilan, tidak boleh bergantung kepada viralitas. Sindiran “no viral no justice” jangan dianggap sekadar kritikan, tapi desakan untuk segera memperbaiki sistem hukum.

Negara yang sehat bukan negara yang bergantung kepada satu atau dua tokoh hebat, tapi negara yang memiliki sistem yang baik serta berjalan otomatis.

Kisah Hotman mengenai “orang yang pernah berkuasa dan mencari keadilan di Kopi Johny” tentu bukan hanya ditujukan untuk anggota legislatif. Nasihat ini juga untuk yudikatif dan eksekutif.

Baca juga : Sat-Set Beras Oplosan

Karena itu, saat ini, berbuatlah yang terbaik untuk rakyat. Lahirkanlah kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Kuatkan sistem dan lembaganya. Karena, di situlah nasib rakyat pencari keadilan dipertaruhkan. Bukan di jalanan. Bukan karena ketokohan atau kekuasaan yang fana. Melainkan sistem yang baik dan solid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.