BREAKING NEWS
 

Normalisasi Tragedi

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Minggu, 31 Agustus 2025 06:26 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kepulan asap protes, kita sangat berharap ke DPR. Tapi, kemanakah DPR.

Mestinya, sebagai salah pemicu gelombang aksi, DPR bisa tampil di depan. Menemui rakyat yang sedang berhadapan dengan aparat di jalanan. Bukan justru “menghilang”.

Sebagai salah satu lembaga yang paling dimanjakan dan dilimpahi banyak kewenangan di era Reformasi, DPR selayaknya “membayar” lebih kepada rakyat.

Baca juga : Matinya Empati

Sayangnya, sebagai anak kesayangan Reformasi, DPR kurang bisa mengemban amanah atas kemewahan itu. Beberapa survei misalnya, menempatkan DPR sebagai salah satu lembaga yang paling tidak dipercayai rakyat. Bahkan, salah seorang anggota DPR berterus terang, “sulit mendapatkan uang halal di DPR”.

Setelah gelombang protes merebak selama sepekan ini, apakah para wakil rakyat, DPR dan DPRD akan berubah menjadi lebih baik? Pasti iya. Pasti ada janji dan tekad seperti itu, seperti tekad dan resolusi di tahun baru.

Apakah janji dan tekad itu akan terwujud? Menarik ditunggu. Karena, dalam beberapa kesempatan, bahkan diingatkan dengan aksi unjuk rasa yang besar, DPR beberapa kali meloloskan UU yang mendapat kritikan keras dari rakyat.

Baca juga : Terjebak “Sultan” 

Dalam kondisi seperti ini, ditambah banyaknya faktor pemicu yang datang bertubi-tubi, keresahan dan kelelahan akan semakin mendera bangsa ini.

Dikhawatirkan, bangsa ini; rakyat, wakil rakyat, eksekutif dan yudikatifnya, mengalami desensitifitas sosial. Ini semacam kemerosotan sensitifitas atau kepekaan akibat paparan berulang dan semuanya “dianggap biasa”.

“Ah, paling sehari-dua hari, atau seminggu dua minggu, setelah itu hilang, ketutup oleh isu-isu lain,” begitu pandangan yang biasa berkembang selama ini.

Adsense

Baca juga : Mengapa Terlena Dan Masih Nekat?

Akibatnya, peristiwa setragis apa pun dianggap “biasa” saja. Terjadilah banalitas. Rakyat dianggap hanya sebatas angka dan statistik. Bahkan, yang paling menyedihkan, tragedi dianggap sebagai panggung drama politik atau papan catur politik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense