BREAKING NEWS
 

Berputar Tapi Tak Maju-maju

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Minggu, 16 November 2025 08:46 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak kasus korupsi yang sudah diungkap. Bahkan ada yang kerugian negara-nya nyaris seribu triliun rupiah. Yang dua ratusan triliun juga ada. Yang di bawah itu, banyak.

Adakah pelajaran dan perubahan yang terjadi pada bangsa ini setelah kasus-kasus itu terbongkar? Jelas ada. Paling tidak, bangsa ini semakin fasih berharap, “mari kita jadikan kasus ini sebagai momentum perbaikan”.

Sayangnya, momentum perbaikan itu tak pernah optimal. Akibatnya, kasus-kasus, di pusat maupun daerah, besar maupun kecil, datang dan pergi. Hanya heboh sesaat, meredup, lalu menghilang.

Kepahitan itu kian getir karena bangsa ini cepat lupa, walau, ketika kasus itu meledak tampak sangat marah dan kaget.

Baca juga : Jangan Menyiram Bunga Plastik

Bahkan, ketika langkah luar biasa yang dulunya diharapkan bisa berdampak, seperti mempertontonkan pejabat yang mengenakan rompi oranye dengan tangan terborgol, ternyata efeknya “biasa-biasa saja”. Terbukti sudah ratusan kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi.

Yang memprihatinkan, koruptor yang tertangkap itu dengan enteng diledek: “karena dia kurang bisa berbagi”. Atau, karena “lagi ketiban sial saja”. Seolah korupsi bukan kejahatan luar biasa, tapi hanya kekhilafan kecil, seperti lupa membawa payung saat hujan.

Apa yang sedang terjadi pada bangsa ini? Tampaknya kita sedang berada dalam siklus tanpa akhir. Kita terjebak dalam rutinitas yang sama: seperti roti busuk yang selalu dipajang di pasar.

Adsense

Setiap kali ada yang terjebak makan roti busuk itu, ada yang kaget: “gila, roti busuk kok bisa ada di sini?!”

Baca juga : Pahlawan Di Setiap Sudut

Lalu banyak yang berteriak: “Ayo, kita harus bersihkan pasar ini! Jangan biarkan roti busuk merajalela di tempat kita!”

Tapi, besoknya, roti busuk ternyata masih tetap ada. Dan para pedagang hanya berdalih: “Ah, ini kan roti klasik beraroma khas. Kalau tidak ada roti busuk, siapa yang mau beli yang fresh?”.

Yang paling tragis, banyak pembeli dan manajemen pasar yang mulai percaya, bahwa “memakan roti busuk adalah tradisi pasar. Budaya dari zaman dulu. Mau gimana lagi!?”.

Karena itu, keyakinan tragis berbalut kepasrahan ini harus diputus. Harus ada langkah berani, radikal, menguncang kebiasaan, bahkan “mengguncang kebersamaan” yang benar-benar bisa memutus rantai korupsi.

Baca juga : Gembok Kecil Di Pintu Gudang

Kalau tidak, bangsa ini hanya akan terus menonton drama dengan plot yang mudah ditebak, dan lupa mencari solusi nyata. Solusi yang benar-benar sistemik serta efektif.

Bangsa ini jangan seperti mobil yang rodanya terjebak lumpur: putarannya terlihat kencang, tapi tak maju-maju. Yang tercium hanya bau kampasnya yang menyengat dan lama kelamaan mengalami aus.

Kita tidak berharap bangsa besar dan kaya ini tertimpa “nasib” seperti itu. Di sinilah perlunya aksi-aksi luar biasa, aksi “out of the box”, bahkan mengguncang dan mendobrak. Bukan yang standar-standar saja. Aksi-aksi ini, dalam berbagai bentuk, sangatlah urgen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense