Dark/Light Mode

Seperti Api Di Musim Panas

Minggu, 2 November 2025 06:00 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertanyaannya sekarang: siapa orangnya? Siapa mereka? Apakah akan segera dibongkar? Akankah sampai ke akarnya?

Pertanyaan ini diajukan setelah Presiden Prabowo mengatakan: ada pemerintah dalam pemerintah. Ada orang pintar, dalam pemerintahan, yang merasa bisa mengakali rakyat dan pemimpin politik. Mereka bercokol menggunakan sistem untuk mencuri uang negara dan uang rakyat.

Penegasan ini disampaikan Presiden di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Walau tidak menyebut siapa atau kelompoknya, Presiden sudah tahu siapa mereka. Presiden menegaskan, “mereka ada!” Dalam pemerintahan.

Karena itu, kita berharap, segera ada tindakan tegas dalam waktu dekat. Terhadap siapa pun. Tanpa pandang bulu. Orang politik atau bukan. Kelas kakap atau teri.

Baca juga : Demokrasi Di Atas Awan

Problem ini perlu segera dibereskan, karena waktu efektif tinggal dua tahun lagi. Tahun 2028 sudah masuk tahun politik. Saat itu, semuanya fokus ke Pemilu 2029. Termasuk pendanaannya.

Pendanaan tersebut bisa datang dari mana pun, siapa pun dengan modus apa pun. Yang putih maupun hitam. Legal maupun ilegal. Bahkan dengan sistem “ijon” serta inden. Bayar di muka. Di sinilah titik krusial yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

Di titik ini pula, “lingkaran setan” dari pemilu ke pemilu terus berlangsung dan membelenggu. Menjadi labirin yang terus bergerak sampai bangsa ini tidak tahu lagi di mana jalan keluarnya.

Kalau tidak segera ditertibkan, “labirin” ini akan menjalar dan menggerogoti perekonomian menjadi lebih parah dan memburuk. Dan, pada akhirnya, bangsa ini, termasuk para pemimpinnya, bisa menyerah dan bergumam, “ya sudah, memang begitu adanya. Mau gimana lagi…”

Adanya tekad kuat dan komitmen dari Presiden Prabowo, yang menegaskan akan membongkar sampai ke akar-akarnya, menjadi momentum terbaik. Momen ini harus diefektifkan.

Baca juga : Belajar Dari Tiang Monorel

Semua perlu bergerak dan digerakkan. Diorkestrasi dalam satu irama. Segala sumber daya bisa dimanfaatkan.

Di titik inilah, Presiden perlu memastikan bahwa seluruh perangkatnya, termasuk para menterinya di kabinet serta semua aparat penegak hukum, dari pusat sampai daerah, bisa berlari di jalan yang lurus. Jangan ada yang mencoba mendirikan “pemerintah dalam pemerintah”.

Kalau ini berjalan baik dan efektif, maka tidak ada lagi oknum besar atau kecil dalam pemerintah yang memanfaatkan posisi untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Dengan demikian, legitimasi pemerintah di mata rakyat akan meningkat. Kepercayaan publik akan menguat. Daya saing Indonesia di tingkat global akan terdongkrak. Keyakinan para investor asing pun akan membaik.

Sebelum sampai ke titik itu, kita perlu kembali mengajukan pertanyaan: siapa mereka. Kapan akan ditertibkan.

Baca juga : Antara Rambut Dan Kursi

Kita tunggu aksinya. Segera. Karena bangsa ini terus dikejar waktu. Seperti dikejar api kecil di padang rumput kering di musim panas. Kalau tidak segera dipadamkan akan membesar menjadi kebakaran hebat yang melahap segalanya.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 2 November 2025 dengan judul "Seperti Api Di Musim Panas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.